IHSG Berpeluang Menguat, Cermati Saham Pilihan Ini

Oleh Agustina Melani pada 17 Mei 2022, 07:43 WIB
Diperbarui 17 Mei 2022, 07:43 WIB
IHSG
Perbesar
Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat pada perdagangan Selasa (17/5/2022). Rilis data ekonomi neraca perdagangan akan pengaruhi IHSG.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, perkembangan pergerakan IHSG akan diwarnai oleh rilis data ekonomi neraca dagang yang disinyalir masih akan berada kondisi stabil.

Sedangkan tekanan yang terjadi dalam pergerakan IHSG saat ini terlihat masih dipengaruhi oleh sentimen pergerakan nilai tukar rupiah. William menilai, pola gerak saham masih terlihat berpotensi bergerak sideways dalam jangka pendek.

"Namun, selama level support masih dapat dipertahankan dengan kuat, momentum fluktuaktif harga masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan trading harian,” kata dia dalam catatannya.

William prediksi, IHSG bergerak di kisaran 6.541-6.702 pada Selasa pekan ini.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana prediksi IHSG berpeluang menguat terbatas ke rentang 6.660-6.700. IHSG akan terkoreksi kembali ke bawah 6.509.

“IHSG berpeluang menguat untuk menguji 6.700-6.932,” kata dia.

Herditya prediksi IHSG bergerak di level support 6.480,6.387 dan resistance 6.700,6.832.

Untuk saham pilihan yang dapat dicermati pelaku pasar, Herditya memilih saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Sedangkan William memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Selain itu, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Rekomendasi Teknikal

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berikut rekomendasi teknikalnya:

1.PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) - Spec Buy (6.300)

Saham SMGR ditutup menguat 0,4 persen ke level 6.300 pada perdagangan Jumat, 13 Mei 2022.  

“Selama tidak terkoreksi ke bawah 5.850 sebagai supportnya, kami perkirakan saat ini posisi SMGR sedang berada pada bagian dari wave [ii] dan berpeluang menguat kembali,” ujar dia.

Spec Buy: 6.000-6.250

Target Price: 6.550, 7.050

Stoploss: below 5.850

 

2.PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) - Buy on Weakness (5.050)

Pada perdagangan Jumat, 13 Mei 2022, saham CPIN ditutup menguat 4,3 persen ke level 5.050, penguatan CPIN pun masih tertahan oleh MA20-nya.

“Selama CPIN masih mampu bergerak di atas 4,800 sebagai supportnya, posisi CPIN saat ini sedang berada di awal wave [iv] dari wave C,” ujar dia.

Buy on Weakness: 4.950-5.025

Target Price: 5.250, 5.450

Stoploss: below 4.800

 

 


Rekomendasi Teknikal

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3. PT XL Axiata Tbk (EXCL) - Buy on Weakness (2.850)

Saham EXCL ditutup menguat 2,2 persen  ke level 2.850 pada perdagangan Jumat, 13 Mei 2022. Penguatan  saham EXCL pun masih tertahan oleh MA60.

“Kami perkirakan, posisi EXCL saat ini sedang berada di awal wave 2 dari wave (C), sehingga EXCL berpeluang menguat dengan catatan tidak tekroreksi ke bawah 2.740 sebagai supportnya.

Buy on Weakness: 2.800-2.850

Target Price: 2.900, 3.060

Stoploss: below 2.740

 

4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Sell on Strength (4.380)

Saham MDKA ditutup terkoreksi 4,8 persen ke level 4.380 pada perdagangan Jumat, 13 Mei 2022.

“Posisi MDKA saat ini sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (A), hal tersebut berarti pergerakan MDKA masih rawan koreksi untuk menguji level area 3.930-4.180 dan level tersebut dapat dijadikan sebagai level buyback,” kata dia.

Sell on Strength: 4.450-4.620


Penutupan IHSG pada 13 Mei 2022

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergejolak pada perdagangan Jumat, 13 Mei 2022. IHSG sempat menghijau berbalik arah melemah dan aksi jual investor asing masih masif.

Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah 0,03 persen ke posisi 6.597,99. Indeks LQ45 naik 0,26 persen ke posisi 995,97.

Sebagian besar indeks acuan kompak menguat. IHSG sempat berbalik arah menghijau pada sesi perdagangan, dan berada di level tertinggi 6.633,01. IHSG sempat berada di level terendah 6.509,87 jelang akhir pekan ini.

Sebanyak 302 saham menguat sehingga tahan pelemahan IHSG. 234 saham melemah dan 149 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.415.266 kali dengan volume perdagangan 22,7 miliar saham.  Nilai transaksi harian saham Rp 18,7 triliun. Investor asing lepas saham senilai Rp 2,29 triliun.

Sebagian besar sektor saham menghijau yang dipimpin indeks sektor saham IDXenergy 2,10 persen dan IDXtransportasi 2,10 persen.

Selain itu, indeks sektor saham IDXnonsiklikal menanjak 2,07 persen dan indeks sektor saham IDXindustry menguat 1,82 persen. Indeks sektor saham IDXtechno melemah 3,81 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXfinance melemah 0,92 persen.

Bursa saham Asia ebagian besar menguat. Indeks Jepang Nikkei bertambah 2,64 persen ke posisi 26.427,65. Penguatan indeks Nikkei ditopang kenaikan saham grup SoftBank yang melonjak lebih dari 12 persen meski perseroan laporkan rugi di unit Vision Fund Invesment. Indeks Topix bertambah 1,91 persen ke posisi 1.864,20. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya