Hal Ini Perlu Diperhatikan Perempuan saat Mulai Investasi di Atas Usia 35 Tahun

Oleh Elga Nurmutia pada 24 Apr 2022, 20:45 WIB
Diperbarui 25 Apr 2022, 09:00 WIB
(Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)

Liputan6.com, Jakarta - Tampaknya tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu, demikian juga investasi. Seperti ada kata pepatah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Bicara soal investasi, saat ini investasi di pasar modal menunjukkan peningkatan. Hal ini ditunjukkan dari jumlah investor yang bertambah. Jumlah investor pasar modal mencapai 8,39 juta hingga Maret 2022 dari periode 2021 sebesar 7,48 juta.

Jumlah investor pasar modal tersebut naik 12,13 persen. Dari jumlah investor pasar modal, investor pria masih mendominasi yang mencapai 62,89 persen hingga Maret 2022. Sedangkan perempuan mencapai 37,11 persen.

Adapun jumlah investor di bawah usia 30 tahun paling dominan. Tercatat jumlah investor di bawah usia 30 tahun mencapai 60,18 persen. Disusul usia 31-40 tahun mencapai 21,61 persen, dan usia 41-50 tahun mencapai 10,39 persen. Meski investor berusia 31-40 tahun tidak dominan, tetapi tidak ada salahnya mulai untuk investasi terutama bagi perempuan.

Memilih investasi bagi perempuan yang berusia di atas 35 tahun ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan.

Direktur PT Panin Asset Manajemen, Rudiyanto mengatakan, secara umum, pemilihan investasi didasarkan pada tiga  pertimbangan penting mulai dari tujuan investasi, kondisi keuangan dan profil risiko.

"Tujuan investasi, apakah untuk persiapan pensiun, dana pendidikan anak, pembelian atau DP Rumah, dana darurat, dana liburan dan lain-lain. Poin penting dari tujuan investasi adalah seberapa jauh bisa "meleset", misalkan dana liburan, kalau hasilnya bagus bisa liburan agak jauh dan lama, tapi kalau terkumpulnya kecil, yang dekat-dekat saja,” kata Rudiyanto saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Minggu (24/4/2022).

Ia menambahkan, hal penting yang perlu diperhatikan dalam investasi, yakni kondisi keuangan

"Poin pentingnya adalah berapa persen dari pengeluaran bulanan kita tergantung hasil investasi. Jika 0 persen, maka bisa mengambil produk dengan profil yang agresif, sementara jika 10 - 30 persen, profilnya moderat, dan jika lebih dari itu, yang semakin konservatif,” imbuhnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Profil Risiko

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
IHSG

Selain itu, ada juga profil risiko, poin pentingnya adalah kesiapan menerima risiko penurunan harga dan pemahaman akan kondisi pasar. 

"Semakin siap, maka bisa memilih produk yang agresif, sementara semakin tidak siap, maka bisa memilih produk dengan profil yang moderat - konservatif,” ujar Rudiyanto.

Rudiyanto juga menjelaskan masing-masing orang memiliki karakteristik yang berbeda. Wanita di usia 35 tahun bisa saja memiliki kombinasi tujuan investasi, kondisi keuangan dan profil risiko yang berbeda. 

"Namun secara umum, sudah bisa mulai untuk persiapan seperti DP tempat tinggal, pendidikan anak, dan persiapan pensiun. Bisa di reksa dana, saham, obligasi sesuai dengan profilnya,” ungkapnya.

Meskipun sudah memasuki usia di atas 35 tahun, seorang perempuan tentunya berpeluang untuk melakukan investasi bahkan usia 55 atau 75 tahun sekalipun. 

"Tentu ada, usia 55 atau bahkan 75 juga bisa. Karena produk investasi amat bervariasi mulai dari yang agresif hingga yang konservatif dan memberikan bagi hasil bulanan,” ucap Rudiyanto.

Sementara itu, Rudiyanto menuturkan, investasi yang cocok untuk investasi perempuan berusia di atas 35 tahun antara lain reksa dana pendapatan tetap, campuran dan pasar uang

"Untuk dana darurat bisa reksa dana pasar uang. Untuk tujuan yang jangkanya lebih panjang bisa reksa dana pendapatan tetap, campuran dan pasar uang,” ujar dia.

 


Memilih Produk Investasi

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
IHSG

Adapun cara memilih produk investasi dari Rudiyanto yang terbagi menjadi tiga bagian. Jadi menyusun portofolio terdiri dari tiga bagian, sebagai berikut:

1. Yang profilnya konservatif seperti reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang.

2. Yang ada penghasilan berkala seperti reksa dana pendapatan tetap dengan fitur bagi hasil, reksa dana terproteksi, dan obligasi.

3. Yang profilnya agresif seperti reksa dana campuran dan saham.

Melihat Pilihan Investasi untuk Perempuan di Atas Usia 35 Tahun

Sebelumnya, setiap 21 April dirayakan sebagai Hari Kartini. Pada momen Hari Kartini ini sebagai refleksi mengingatkan dan membangkitkan semangat perempuan saat ini yang meraih kesetaraan dalam segala bidang.

Kini perempuan memiliki peran penting di segala bidang. Hal itu termasuk dalam pengelolaan keuangan. Perempuan sering disebut sebagai manajer keuangan dalam rumah tangga.

Namun, tak hanya bagi perempuan yang menikah saja tetapi perempuan single juga seharusnya juga melek keuangan untuk mengatur keuangannya. Hal ini agar perempuan dapat mampu menabung dan investasi sehingga membantu keuangan keluarga dan masa depannya lebih sejahtera ke depan.

Saat ini juga perempuan makin melek investasi. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), investor pasar modal sudah mencapai 8,39 juta orang hingga Maret 2022. Investor itu naik 12,13 persen dari periode 2021 sebesar 7,48 juta.

Di sisi lain, jumlah investor perempuan mencapai 37,11 persen dengan aset Rp 255,66 triliun. Memang jumlah investor perempuan ini masih rendah dibandingkan investor pria sebesar 62,89 persen dengan aset Rp 783,44 triliun. Namun, dari segi pekerjaan, ibu rumah tangga juga berperan sebagai investor di pasar modal.

Tercatat jumlah investor yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga mencapai 5,94 persen dengan aset Rp 52,9 triliun. Sementara itu, usia investor yang berada di usia 31-40 tahun mencapai 21,61 persen dan di bawah 30 tahun mencapai 60,18 persen, ini termasuk perempuan dan laki-laki. Bicara soal usia, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu termasuk investasi.

Bagi perempuan berusia di atas 35 tahun yang ingin investasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Meski demikian, tentunya investasi yang dipilih harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai termasuk jangka waktunya.

 


Selanjutnya

IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Ilustrasi investasi

Analis Kiwoom Sekuritas, Rizky mengatakan, pemilihan investasi bagi perempuan yang berusia di atas 35 tahun, sesuaikan tujuan yang ingin dicapai dan jangka waktunya.

"Kemudian untuk pemula, bisa berinvestasi di reksa dana, baik reksa dana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap. Namun, jika sudah memulai investasi sejak lama, bisa berinvestasi di pasar saham untuk mendapatkan return yang tinggi namun resiko yang diperoleh juga tinggi,” kata Rizky saat dihubungi Liputan6.com, Kamis, 21 April 2022.

Meskipun sudah memasuki usia di atas 35 tahun masih berpeluang untuk melakukan investasi karena usia tersebut masih masuk ke dalam kategori usia produktif. “Masih, karena di usia 30an masih bisa dikatakan usia produktif,” ujar  Rizky.

Rizky menjelaskan terkait investasi yang cocok untuk investasi perempuan berusia di atas 35 tahun dapat melirik saham dan reksa dana.

"Untuk investasi bagi perempuan yang sudah berusia di atas 35 tahun masih bisa berinvestasi di berbagai instrumen investasi agresif yang memberikan return yang cukup tinggi seperti saham atau reksa dana saham. Namun, jika sudah masuk usia 50an, lebih baik berinvestasi di obligasi atau reksa dana pasar uang," ungkapnya.

Rizky menegaskan, untuk pemilihan produk investasi bagi pemula untuk memilih instrumen investasi yang memiliki risiko rendah sampai menengah.

"Untuk pemilihan produk investasinya, untuk pemula pilihlah instrumen investasi dengan risiko rendah sampai menengah seperti reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap untuk menghindari kerugian yang cukup besar dan dalam berinvestasi disarankan untuk memilih instrumen investasi sesuai dengan risk profile masing-masing,” tegasnya.

Lalu, ia juga menuturkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan investasi agar tidak terjadi kerugian yang tidak diinginkan.

"Yang harus diperhatikan yaitu tujuan dan risk profile kita apa, kemudian Analisa terlebih dahulu instrumen-instrumen yang ingin kita pilih agar tidak terjadi kerugian-kerugian yang tidak diharapkan,” tuturnya.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya