DCI Indonesia Siap Tambah Bidang Usaha

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 05 Apr 2022, 10:16 WIB
Diperbarui 05 Apr 2022, 10:16 WIB
IHSG Menguat
Perbesar
PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengumumkan rencana penambahan kegiatan usaha. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengumumkan rencana penambahan kegiatan usaha penunjang aktivitas telekomunikasi dan aktivitas holding. Rencana penambahan kegiatan usaha tersebut nantinya akan dimintakan restu pemegang saham melalui RUPS.

“Perseroan berencana untuk meningkatkan layanan dengan melakukan penambahan kegiatan usaha Penunjang yaitu aktivitas telekomunikasi dengan kabel (KBLI: 61100), ISP (KBLI: 61921), dan aktivitas perusahaan holding (KBLI: 64200). Kegiatan usaha tersebut saat ini bukan merupakan salah satu dari bidang usaha perseroan,” ungkap Corporate Secretary PT DCI Indonesia Tbk, Gregorius Nicholas Suharsono dalam keterbukaan informasi bursa, ditulis Selasa (5/4/2022).

Rencana penambahan bidang usaha perseroan sejalan dengan meningkatnya konsumen pengguna digital sebesar 21 juta orang sejak pandemi COVID-19. Hal ini menyebabkan percepatan ekonomi digital di setiap negara. Pada 2021, ekonomi Internet Indonesia mencapai USD 70 miliar atau meningkat 49 persen sejak 2020.

Pada saat bersamaan, perseroan melihat potensi pasar industri telekomunikasi masih sangat besar meskipun berada di masa pandemi Covid-19. Hal ini tercermin dari pertumbuhan PDB untuk lapangan usaha informasi dan komunikasi pada kuartal III-2021 berada di peringkat ketiga dengan pertumbuhan sebesar 5,51 persen (yoy). Sementara itu PDB nasional pada triwulan III-2021 tercatat sebesar 3,51 persen (yoy).

“Peran digital Infrastruktur, dalam hal ini data center & konektivitas sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Perseroan fokus untuk memberikan layanan data center dengan standar global untuk turut mendukung industri ekonomi digital,” kata Gregorius.

Selain layanan data center, perseroan menyadari layanan konektivitas akan memberikan kemudahan tambahan kepada pelanggan untuk menunjang operasional mereka.

Layanan konektivitas dapat menunjang pelanggan untuk saling terhubung antar lokasi data center dengan ekosistem Perseroan yang terdiri dari beragam industri. Di antaranya; cloud provider, institusi keuangan, e-commerce, dan beragam industri lainnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Fokus Pengembangan Usaha

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dalam penambahan kegiatan bidang usaha penunjang, perseroan akan fokus pada pengembangan usaha dan menyasar pengguna layanan yang telah bekerjasama dengan perseroan.

Termasuk juga calon pelanggan yang akan menggunakan layanan colocation data center di lokasi perseroan dan membutuhkan secured konektivitas antar lokasi.

"Untuk aktivitas holding, dipersiapkan rencana jangka panjang perseroan untuk kemungkinan melakukan ekspansi bisnis sehingga dapat menjadi sarana bagi perseroan dalam hal tindakan akuisisi bisnis di masa yang akan datang," imbuhnya.

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha penunjang, perseroan akan memperoleh pendapatan sebesar Rp 420 juta pada 2022, dan akan meningkat menjadi Rp 23,66 miliar pada 2031.

Pada posisi keuangan, dengan adanya penambahan kegiatan usaha penunjang, perseroan akan memperoleh tambahan aset sebesar Rp 8,11 miliar pada 2022, dan akan menjadi Rp 108,755 miliar di 2031.

Sementara pada arus kas, perseroan akan memperoleh tambahan saldo kas akhir atas penambahan kegiatan usaha penunjang sebesar Rp 378,19 juta pada 2022, dan akan menjadi Rp 105,77 juta pada 2031.

Pada perdagangan Selasa, 5 April 2022, pukul 10.14 WIB, saham DCII naik 0,47 persen ke posisi Rp 43.000 per saham.Saham DCII dibuka naik 200 poin ke posisi Rp 43.000. Saham DCII ditransaksikan lima kali dan nilai transaksi Rp 21,5 juta.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya