Bursa Saham Asia Beragam, Indeks Hang Seng Melompat 3 Persen

Oleh Elga Nurmutia pada 16 Mar 2022, 10:17 WIB
Diperbarui 16 Mar 2022, 10:17 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Bursa saham Asia turun setelah Korea Utara (Korut) melepaskan rudalnya ke Samudera Pasifik. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Rabu pagi (16/3/2022) di tengah bursa saham China yang berjuang pulih lantaran lonjakan kasus COVID-19.

Pada perdagangan Rabu pagi, indeks Hang Seng melonjak 3,03 persen seiring lonjakan saham Tencent lebih dari 8 persen. Saham asuransi AIA menguat 2,41 persen.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa, 15 Maret 2022, indeks Hang Seng anjlok hampir 6 persen dan masuk level terendah sejak Februari 2016.

Indeks Shanghai susut 0,36 persen dan indeks Shenzhen melemah 0,59 persen. Hal ini seiring China kembali bergulat dengan kasus COVID-19 paling parah sejak puncak pandemi pada 2020. Kota-kota besar di China berjuang membatasi aktivitas bisnis.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 1,7 persen, sedangkan indeks Topix mendaki 1,57 persen. Indeks Korea Selatan Kospi bertambah 0,83 persen. Demikian dilansir dari CNBC, Rabu pekan ini.

Sementara itu,indeks ASX 200 Australia naik 1,11 persen. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mendaki 1,47 persen.

Harga minyak menguat pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak Brent naik 1,1 persen menjaid USD 101,01 per barel. Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat menguat 0,79 persen menjadi USD 97,20 per barel.

Di Amerika Serikat, indeks Dow Jones melonjak 599,10 poin atau 1,82 persen menjadi 33.544,34. Indeks S&P 500 menguat 2,14 persen menjadi 4.262,45. Indeks Nasdaq bertambah 2,92 persen menjadi 12.948,62.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Indeks Dolar AS

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve akan mengumumkan keputusan suku bunga terbaru di Amerika Serikat. Bank sentral akan menaikkan suku bunga pertama kali sejak 2018.

Selain itu, Rusia akan membayar bunga USD 117 juta untuk obligasi euro pada Rabu, 16 Maret 2022. Hal ini pertama dari empat kali pembayaran kepada kreditur sepanjang Maret 2022. Rusia hadapi prospek gagal bayar atas utangnya seiring sanksi global terhadap bank sentral Rusia setelah memblokir sebagian besar cadangan devisa negara itu karena invasi Rusia ke Ukraina.

Indeks dolar AS berada di posisi 98,897 dan masih di atas posisi pada pekan lalu di kisaran 98. Yen Jepang diperdagangkan di posisi USD 118,20 per dolar AS. Dolar Australia berada di kisaran USD 0,7203.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya