Adhi Commuter Lepas 28,6 Persen Saham ke Publik, Masa Penawaran Awal Mulai 27 Januari 2022

Oleh Agustina Melani pada 27 Jan 2022, 16:48 WIB
Diperbarui 27 Jan 2022, 16:48 WIB
Terintegrasi dengan Angkutan Massal ACP Bangun LRT City
Perbesar
Sebuah maket plan yang mengusung konsep Transit Oriented Development digelar pada pameran properti LRT City Expo di Jakarta, Sabtu (21/7). Anak usaha dari PT Adhi Karya, Adhi Commuter Properti  menargetkan penjualan pemasaran Rp 19 miliar. (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Commuter Properti Tbk akhirnya menggelar masa penawaran awal dalam rangka penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

PT Adhi Commuter Properti Tbk menawarkan saham IPO sebanyak-banyaknya 8.011.204.500 saham dengan nilai nominal Rp 100. Jumlah saham yang ditawarkan kepada publik itu setara 28,6 persen.

Harga penawaran IPO PT Adhi Commuter Properti Tbk Rp 130-Rp 200 per saham. Dengan demikian, kisaran dana yang akan diperoleh dari IPO ini Rp 1,04 triliun-Rp 1,60 triliun.

Selain itu, Perseroan juga mengadakan program opsi kepemilikan saham kepada manajemen dan karyawan atau MESOP sebanyak-banyaknya 560.224.000 saham. Jumlah saham itu sebanyak-banyaknya 2 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dana hasil IPO antara lain digunakan sekitar 45 persen untuk pengembangan proyek eksisting dan proyek recurring, 35 persen untuk akuisisi atau pengembangan lahan baru, dan 20 persen untuk pembayaran kembali bagian pokok obligasi seri A.

Dalam rangka IPO perseroan telah menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Jadwal IPO yaitu:

-Perkiraan masa penawaran awal pada 27 Januari-7 Februari 2022

-Tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  pada 14 Februari 2022

-Masa penawaran umum pada 15-21 Februari 2022

-Tanggal penjatahan pada 21 Februari 2022

-Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 22 Februari 2022

-Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Februari 2022

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kinerja Keuangan hingga Agustus 2021

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Hingga 31 Agustus 2021, perseroan mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 42,64 miliar dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 990,94 juta. Pendapatan usaha naik menjadi Rp 268,12 miliar hingga 31 Agustus 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 236,74 miliar.

Total ekuitas tercatat Rp 2,01 triliun pada 31 Agustus 2021 dari 30 Juni 2020 sebesar Rp 1,96 triliun. Total liabilitas naik menjadi Rp 3,49 triliun pada 31 Agustus 2021 dari 30 Juni 2020 sebesar Rp 2,70 triliun.

Aset perseroan mencapai Rp 5,50 triliun pada 31 Agustus 2021 dari 30 Juni 2020 sebesar Rp 4,67 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 145,17 miliar pada 31 Agustus 2021.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya