Sentimen The Fed hingga Kasus COVID-19 Bayangi Gerak IHSG

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 26 Jan 2022, 20:30 WIB
Diperbarui 26 Jan 2022, 20:30 WIB
FOTO: PPKM, IHSG Ditutup Menguat
Perbesar
Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menghijau pada perdagangan Rabu, 26 Januari 2022. IHSG naik 0,50 persen ke posisi 6.600,81, setelah terkoreksi 0,95 persen pada perdagangan sebelumnya di level 6.662,67.

Analis menilai, pergerakan IHSG masih dipengaruhi kekhawatiran mengenai hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (The Fed).

"Fokus investor saat ini terbagi menjadi dua, yaitu kenaikan kasus COVID-19 dan pengetatan kebijakan moneter US," ujar  Equity Research Analyst PT Kiwoom Sekuritas, Rizky Khaerunnisa kepada Liputan6.com, Rabu (26/1/2022).

Dari sisi kebijakan moneter The Fed, Rizky menilai jika The Fed menaikkan suku bunga, bukan tidak mungkin hal serupa akan diikuti oleh negara lain, tak terkecuali Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya currency risk yang ada di pasar.

Kenaikan tingkat suku bunga BI7DRR akan mendorong kenaikan selisih antara suku bunga BI7DRR dengan FFR. Dalam hematnya, apabila BI meningkatkan suku bunga maka terdapat fluktuasi terhadap obligasi maupun saham.

"Untuk saham, kenaikan tingkat suku bunga akan memicu meningkatnya cost of financing perusahaan sehingga kegiatan ekspansi perusahaan tertunda. Momentum yang ada yaitu dengan memanfaatkan saham-saham yang masih memiliki kinerja, prospek dan valuasi yang menarik," ujar dia.

Dari sisi kenaikan kasus COVID-19, investor merasa khawatir akan kebijakan PPKM yang akan kembali diperketat. Sehingga menyebabkan ekspansi perusahaan dan pemulihan ekonomi terganggu.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sektor Saham yang Dapat Dicermati

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada situasi tersebut, Rizky menilai sektor saham yang bisa dicermati adalah farmasi, atau saham-saham bluechip di sektor perbankan dan telekomunikasi karena asing terakumulasi pada saham di sektor tersebut.

Sebagian besar sektor saham menghijau pada perdagangan hari ini, kecuali indeks sektor saham IDXproperty melemah 1,22 persen dan indeks sektor saham IDXindustry susut 0,05 persen.

Indeks sektor saham IDXhealth menguat 1,89 persen, dan catat penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXtechno menguat 1,68 persen dan indeks sektor saham IDXsiklikal menguat 1,16 persen.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya