Mandiri Sekuritas Berupaya Tarik Investasi Lokal hingga Asing Melalui MIF 2022

Oleh Liputan6.com pada 25 Jan 2022, 17:28 WIB
Diperbarui 25 Jan 2022, 17:28 WIB
MIF 2022 akan Datangkan 500 Investor Asing dan Peraih Nobel
Perbesar
Dirut Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana memberi keterangan pers jelang MIF 2022 di Jakarta, Selasa (25/01/2022). Forum yang mengusung tema Recapturing the Growth Momentum akan menghadirkan peraih nobel bidang ekonomi Joseph E. Stiglitz, serta tokoh dan ekonom internasional. (Liputan6.com/HO/Mandiri)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Mandiri bersama perusahaan anak akan mengadakan Mandiri Investment Forum (2022) pada 7 Februari 2022. Forum Investasi tahunan terbesar yang mengusung tema Recapturing the Growth Momentum ini diproyeksi akan diikuti lebih dari 20 ribu peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk lebih dari 500 investor asing yang akan turut menghadiri MIF 2022 secara hybrid.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana mengatakan, MIF 2022 merupakan wujud dari komitmen untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi para investor berupa akses informasi yang komprehensif dan dibutuhkan dalam membangun pertumbuhan bisnis berkelanjutan di Indonesia.

Dalam MIF 2022, Mandiri Sekuritas akan menghadirkan lebih dari 500 investor, yang berasal dari berbagai negara, seperti Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Hongkong, Thailand, Malaysia, Singapura, dengan total dana kelolaan sebesar sekitar USD 4 triliun.

"Melalui kedua acara ini, bersama Bank Mandiri, kami berupaya menarik lebih banyak investasi lokal maupun asing untuk di Indonesia, sehingga dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar dia dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (25/1/2022).

Sementara itu,Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, forum ini sangat penting dalam mendukung upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi ke Indonesia.

MIF 2022, menurut Panji, sekaligus menjadi ajang sinergi dan kolaborasi yang baik antara investor, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan dalam menangkap peluang investasi yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"MIF 2022 juga menjadi wujud nyata Mandiri Group untuk mendukung penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 yang selaras dengan komitmen untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tidak hanya itu, investor lokal dan internasional yang mengelola lebih dari USD 4 triliun juga akan turut menghadiri MIF 2022 secara offline maupun daring,” kata Panji.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Rangkaian MIF 2022

MIF 2022 akan Datangkan 500 Investor Asing dan Peraih Nobel
Perbesar
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, Direktur Treasury & International Banking Panji Irawan dan Dirut Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana berbincang jelang perhelatan Mandiri Investment Forum (MIF) 2022 di Jakarta (25/01/2022). MIF akan digelar pada 9 Februari 2022. (Liputan6.com/HO/Mandiri)

Riset Office of Chief Economist Bank Mandiri pun prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 akan jauh membaik mencapai 5,17 persen. Angka tersebut lebih baik jika dibandingkan prediksi pertumbuhan pada 2021 sebesar 3,69 persen.

Hal ini tercermin dari sejumlah indikator ekonomi yang berangsur pulih, Salah satunya net eksor yang meningkat sebesar 1,5 persen pada kuartal III 2021 lalu serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang naik 1,18 persen pada kuartal ketiga tahun lalu.

Panji menuturkan, dalam memperkokoh pertumbuhan ekonomi Tanah Air, tentunya diperlukan strategi dan dukungan semua pihak. Berangkat dari hal ini, Bank Mandiri melalui MIF 2022 mempertemukan investor dengan pemangku kepentingan agar pembangunan ekonomi dapat berjalan dengan lebih baik.

Sehubungan dengan Presidensi G20 Indonesia 2022, forum kali ini akan mengangkat topik utama seperti ekonomi keberlanjutan dan kebijakan pasca pandemi, ekosistem digital, hingga dukungan investasi ke sektor berkelanjutan.

Sejumlah tokoh pemangku kebijakan akan hadir untuk memberi pandangan pada Mandiri Investment Forum 2022, antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadaila, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Sementara itu, tokoh serta pakar di bidang ekonomi internasional juga turut berbagi pandangan dalam MIF 2022 seperti Peraih Nobel bidang Ekonomi Joseph E. Stiglitz, Ekonom sekaligus Direktur Center of Sustainable Development Columbia University Jeffrey D. Sachs, Profesor Bidang Ekonomi Lee Kuan Yew School of Public Policy NUS Singapore Danny Quah, Managing Director and Global Head of ESG Jefferies Aniket Shah, Distinguished Professor of Finance University of Chicago Raghuram Rajan serta Senior Partner McKinsey & Company Detlev Mohr.

Rangkaian MIF 2022 dimulai pada 7 dan 8 Februari 2022 dengan Tech Day yang merupakan diskusi dengan tema teknologi, dimana para investor dapat mendengar tentang digital ekonomi Indonesia termasuk e-commerce/market place, edutech, health tech, agritech, e-sports, dan lain-lain.

Selain itu, Tech Day juga akan menghadirkan perwakilan dari perusahaan-perusahaan venture capital yang telah sukses berinvestasi di start up Indonesia. MIF 2022 kemudian akan dilanjutkan dengan Macro Day yang merupakan forum utama ajang ini pada 9 Februari 2022.

Macro Day mempertemukan para investor dengan narasumber dari pemerintahan dan para pelaku industri. Selain Macro Day, pada tanggal 10 Februari juga akan diselenggarakan event ‘Morning Talk with Ministry of Investment’ bekerja sama dengan Kementerian Investasi (BKPM).

Kemudian rangkaian acara MIF akan dilanjutkan dengan Corporate Day yang akan diselenggarakan pada 8, 10-11 Februari 2022. Event ini akan mempertemukan secara online listed companies dengan investor institusi baik domestik maupun internasional.

 

Reporter: Elizabeth Brahmana

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya