Top 3: Bank Neo Commerce Janjikan Profit pada 2023

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 23 Jan 2022, 12:34 WIB
Diperbarui 23 Jan 2022, 12:34 WIB
Fitur-fitur Aplikasi Neobank yang Bantu Kamu Jadi Neoliuner
Perbesar
Bank Neo bisa mewujudkan segala kebebasan memilih keuntungan sesuai kebutuhan.

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) memproyeksikan pembukuan laba terjadi pada 2023. Hal itu lantaran pada tahun ini perseroan masih fokus menggarap ekosistem bank digital dan pertumbuhan pengguna atau user.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan menjelaskan, tahun ini perseroan sudah mulai meluncurkan digital lending.

Dari layanan tersebut, Tjandra mengatakan profit perseroan secara bulanan sudah mulai tampak. Namun nantinya akan mulai terakselerasi secara signifikan pada kuartal III dan IV tahun ini, didukung layanan Buy Now Pay Late (BNPL).

Artikel mohon bersabar, Bank Neo Commerce Janjikan Profit pada 2023 menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel di saham yang dirangkum pada Minggu (23/1/2022):

1.Mohon Bersabar, Bank Neo Commerce Janjikan Profit pada 2023

PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) memproyeksikan pembukuan laba terjadi pada 2023. Hal itu lantaran pada tahun ini perseroan masih fokus menggarap ekosistem bank digital dan pertumbuhan pengguna atau user.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan menjelaskan, tahun ini perseroan sudah mulai meluncurkan digital lending.

Dari layanan tersebut, Tjandra mengatakan profit perseroan secara bulanan sudah mulai tampak. Namun nantinya akan mulai terakselerasi secara signifikan pada kuartal III dan IV tahun ini, didukung layanan Buy Now Pay Late (BNPL).

Berita selengkapnya baca di sini 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2.Indika Energy Genjot Investasi di Sektor Kendaraan dan Baterai Listrik

MoU kerja sama pengembangan ekosistem energi baru berkelanjutan di Indonesia antara Indika Energy, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), Foxconn dan Gogoro Inc, pada 21 Januari 2022 (Dok: Indika Energy)
Perbesar
MoU kerja sama pengembangan ekosistem energi baru berkelanjutan di Indonesia antara Indika Energy, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), Foxconn dan Gogoro Inc, pada 21 Januari 2022 (Dok: Indika Energy)

PT Indika Energy Tbk (INDY) berkolaborasi mengembangkan ekosistem energi baru berkelanjutan di Indonesia.Hal ini ditandai dengan kerja sama investasi di industri kendaraan listrik, baterai listrik dan berbagai industri pendukungnya.

Nota kesepahaman (MoU) diteken pada 21 Januari 2022 oleh Indika Energy, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), Hon Hai Precision Industry Co Ltd (Foxconn), dan Gogoro Inc (Gogoro). Kolaborasi ini dilakukan melalui skema Build-Operate-Localize (BOL) di Indonesia.

Skema BOL dilakukan melalui tiga tahap dengan membangun, mengoperasikan dan melokalisasikan dengan tujuan meningkatkan kapasitas industri Indonesia di bidang industri baterai listrik, industri kendaraan listrik dan industri pendukungnya.

Berita selengkapnya baca di sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3.IHSG Menguat 0,49 Persen pada 17-22 Januari 2022

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ke posisi 6.700 pada pekan ini. Selama periode 17-21 Januari 2022, IHSG menguat 0,49 persen ke posisi 6.726,37. Pada pekan lalu, IHSG berada di kisaran 6.693,40.

Kapitalisasi pasar bursa turut meningkat 1,22 persen menjadi Rp8.463,010 triliun dari Rp8.360,735 triliun pada penutupan pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian Bursa selama sepekan merosot 0,13 persen menjadi Rp11,516 triliun dari Rp11,531 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Demikian mengutip data BEI, Sabtu, 22 Januari 2022

Perubahan turut terjadi di rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa. Transaksi harian bursa turun 4,65 persen menjadi 1.302.330 transaksi dari 1.365.875 transaksi pada penutupan pekan lalu.

Berita selengkapnya baca di sini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya