Daftar 10 Saham Pencetak Untung Besar pada 17-21 Januari 2022

Oleh Liputan6.com pada 23 Jan 2022, 07:23 WIB
Diperbarui 24 Jan 2022, 08:58 WIB
Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja positif pada periode 17-21 Januari 2022 ke level 6.726,37. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 10 saham paling moncer yang mencetak untung terbesar (top gainers) yang layak dicermati investor.

Selama periode sepekan kemarin, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG menguat 0,49 persen dari posisi pekan lalu 6.693,40.

Sepekan kemarin, pasar modal Indonesia sedang bergerak bervariasi ditandai dengan sebagian sektor ada di zona merah, yaitu sektor industri, sektor konsumsi non-cyclical, sektor kesehatan, sektor properti, sektor teknologi, dan sektor transportasi.

Sementara lima sektor saham lain ada di zona hijau, yaitu sektor energi, sektor industri dasar dan kimia, sektor konsumsi cyclical, sektor keuangan dan sektor infrastruktur.

Meski tidak merata mewakili seluruh sektor yang ada, berikut daftar 10 saham yang mencetak untung paling besar (top gainers) selama sepekan ini, dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (23/1/2022):

1. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)

Saham KONI menempati daftar tertinggi pencetak untung terbesar dengan kenaikan sebesar 136,36 persen menjadi Rp 2.210 per saham, dari pekan lalu sebesar Rp 935 per saham.

2.PT AKR Corpindo Tbk (AKRA)

Saham AKRA menempati daftar tertinggi kedua pencetak untung terbesar dengan 76,97 persen menjadi Rp 800 per saham, dari pekan lalu Rp 825 per saham.

3.PT Sumber Global Energy Tbk (SGER)

Saham SGER melonjak 45,66 persen menjadi Rp 1.595 per saham, dari pekan lalu Rp 1.095 per saham.

4.PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)

Saham BBHI meningkat 45,30 persen menjadi Rp 6.100 per saham, dari pekan lalu Rp 6.025 per saham.

5.PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)

Saham SMMT meningkat 36,21 persen menjadi Rp 316 per saham, dari pekan lalu Rp 232 per saham.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saham TOBA-OASA

IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

6.PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)

Saham TOBA meningkat 35,11 persen menjadi Rp 1.520 per saham, dari pekan lalu Rp 1.125 per saham.

7.PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)

Saham TRIN meningkat 29,27 persen menjadi Rp 318 per saham, dari pekan lalu Rp 246 per saham.

8.PT MNC Studios International Tbk (MSIN)

Saham MSIN meningkat 28,21 persen menjadi Rp 3,000 per saham, dari pekan lalu Rp 2,340 per saham.

9.PT Indo Acidatama Tbk (SNLK)

Saham SNLK meningkat 27,27 persen menjadi Rp 70 per saham, dari pekan lalu Rp 55 per saham.

10.PT Protect Mitra Perkasa Tbk (OASA)

Saham OASA meningkat 26,40 persen menjadi Rp 790 per saham, dari pekan lalu Rp 625 per saham.

Sepekan kemarin, nilai kapitalisasi pasar bursa tercatat meningkat sebesar 1,22 persen menjadi Rp 8.463,010 triliun dari Rp8.360,735 triliun pada penutupan pekan lalu.

Pergerakan IHSG pekan lalu disupport oleh pergerakan 768 perusahaan yang sahamnya aktif diperdagangkan, dari total sebanyak 771 perusahaan tercatat. Transaksi perdagangan melibatkan 94 perusahaan broker.

Selama sepekan ini, Bursa Efek Indonesia mencatat, investor asing melakukan pembelian sebesar Rp 16.881.316.503.241, lebih tinggi dari aktivitas penjualan sahamnya yang sebesar Rp 15.638.174.150.387. Namun frekuensi jual investor asing lebih besar yaitu sebanyak 668.032 kali, dibanding frekuensi beli 648.803 kali.

 

 

Reporter: Elizabeth Brahmana

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya