Tembus Level Tertinggi Sebelum Pandemi COVID-19, IHSG Masuk Tiga Terbaik di Asia

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 20 Jan 2022, 10:33 WIB
Diperbarui 20 Jan 2022, 10:33 WIB
20170210- IHSG Ditutup Stagnan- Bursa Efek Indonesia-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pasar modal tanah air masih bertaji meski pandemi covid-19 masih berlangsung. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun ini bahkan telah rebound, bahkan lebih bagus dibandingkan sebelum covid-19.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menyampaikan, IHSG sudah mencapai 6.693,40 pada 14 Januari 2022. Angka ini jauh pada level sebelum pandemi yaitu 5.361,25.

“Capaian itu merupakan peringkat ketiga terbaik di Asia,” ungkap Wimboh dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia, Kamis (20/1/2022).

Sedangkan kapitalisasi pasar mencapai angka Rp 8.252 triliun pada 30 Desember tahun lalu. Tak kalah membanggakan, angka ini juga merupakan terbaik kedua di Asean setelah Thailand.

Pada saat bersamaan, investor pasar modal meningkat cukup drastis yaitu menjadi 7,5 juta pada akhir tahun lalu. Melonjak 93 persen dari tahun sebelumnya. Di mana 80 persennya merupakan investor milenial.

“Ini berkah bagi kita karena memang investor di pasar modal merupakan investasi yang sangat menarik terutama bagi milenial,” kata Wimboh.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penghimpunan Dana di Pasar Modal

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Penghimpunan dana di pasar modal sepanjang tahun lalu juga meningkat signifikan. Yaitu mencapai Rp 363,3 triliun atau naik 206 persen dari tahun sebelumnya.

Wimboh mengatakan, pertumbuhan penghimpunan dan pasar modal ini terbaik di kawasan Asia Pasifik yang rata-rata hanya 171 persen.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya