BEI Ingatkan 7 Emiten Berpotensi Delisting

Oleh Agustina Melani pada 17 Jan 2022, 05:00 WIB
Diperbarui 17 Jan 2022, 14:53 WIB
IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan sekitar tujuh emiten yang berpotensi delisting hingga pekan kedua Januari 2021.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia  (BEI), ditulis Minggu (16/1/2022), dalam pengumuman potensi delisting mulai awal Januari 2022, emiten berpotensi delisting itu antara lain PT Nipress Tbk (NIPS), PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Polaris Investama Tbk (PLAS), PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA). Selain itu, PT Leyand International Tbk (LAPD), PT Cowell Development Tbk (COWL), dan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO).

Adapun potensi delisting ini juga merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-I tentang penghapusan pencatatan (delisting) dan pencatatan kembali (relisting) saham di bursa, bursa dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila:

-Ketentuan III.3.1.1, mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

- Ketentuan III.3.1.2, Saham Perusahaan Tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24  bulan terakhir.

Berikut sejumlah hal terkait emiten yang berpotensi delisting tersebut:

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saham NIPS dan SUGI

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

1.PT Nipress Tbk (NIPS)

Adapun PT Nipress Tbk (NIPS) telah disuspensi selama lebih dari 24 bulan.

Susunan dewan komisaris dan direksi perseroan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2018 antara lain:

- Komisaris Utama : Ferry Joedianto Robertus Tandiono

Komisaris Independen : Raja Sirait

Direktur Utama : Jackson Tandiono

 Direktur : Herman Selamat

Direktur : Richard Tandiono

Pemegang saham perseroan:

Susunan Pemegang Saham berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 30 November 2021 adalah sebagai berikut:

-PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebesar 12 persen, PT Tritan Adhitama sebesar 10,45 persen, PT Trinitan International sebesar 23,85 persen, PT Indolife Pensiontama sebesar 7,59 persen, Ferry Joediantoto sebesar 5,33 persen, dan masyarakat sebesar 40,78 persen.

 

2.PT Sugih Energy Tbk (SUGI)

Suspensi saham SUGI telah mencapai 24 bulan pada 1 Juli 2021.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 24 Oktober 2019 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama (Independen) : Fadel Muhammad

 Komisaris : Adrian Rusmana

Komisaris Independen : Sany Kharisman Wisekay

Direktur Utama : Walter Rudolf Kaminski

Direktur : David Kurniawan Wiranata

Direktur : Lawrence T.P. Siburian

Pemegang saham perseroan:

Susunan pemegang saham perseroan per 31 Juli 2019 yaitu Goldenhill Energy Fund sebesar 11,52 persen, Credit Suisse AG SG Trust Sunrise Ass Gr Ltd sebesar 6,49 persen, dana pensiun Pertamina sebesar 8,05 persen, Interventures Capital Pte Ltd sebesar 7,71 persen dan masyarakat 66,23 persen.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saham PLAS-MGNA

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

3.PT Polaris Investama Tbk (PLAS)

Suspensi saham PLAS telah mencapai 36 bulan pada 28 Desember 2021.

Susunan manajemen Perseroan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilaksanakan pada 12 Januari 2021 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : Feri Dwi Agustina

 Komisaris : Dhita Indriani

Direktur Utama : Khaeruman Nasruddinnillah

Direktur : Herwin Tri Munardi

Pemegang efek per 30 September 2021 antara lain Credit Suisse Securities (pengendali) 7,18 persen, PT Malaka Jaya Mulia sebesar 8,38 persen dan masyarakat 84,44 persen. Adapun penerima manfaat akhir kepemilikan saham adalah Nugroho Halim W.

 

4.PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA)

BEI menyebutkan suspensi saham MGNA dilakukan di seluruh pasar selama 24 bulan.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan Hasil Rapat Umum Pemegang Saham yang dilaksanakan pada 25 Juni 2021 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : Marcia Maria Tri Martini

Komisaris Independen : Ridwan

Direktur Utama: Susilowati

Direktur: Andi Budhi Witjaksono

Pemegang efek perseroan per 30 Juni 2021 antara lain PT GMT Investama sebesar 7 persen, Sutan Agri Resources sebesar 17 persen, reksa dana Pacific Equity sebesar 6 persen, Nobhill Capital Corp sebesar 18 persen, dan masyarakat 52 persen.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saham LAPD-COWL-GTBO

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

5.PT Leyand International Tbk (LAPD)

BEI menyebutkan suspensi saham LAPD dilakukan di seluruh pasar selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan apda 2 Juli 2022.

.Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2021 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : Bobby Alianto

Komisaris Independen : Ferry Hadi Saputra

Direktur Utama : Risming Andyanto

Direktur : Djoko Purwanto

Direktur Independen : Toto Iriyanto

Pemegang saham perseroan 30 November 2021 antara lain: Layman Holdings Pte Ltd sebesar 30,26 persen, PT Intiputera Bumitirta sebesar 19,17 persen, Keraton Investments Ltd sebesar 12,81 persen, Ny Nany Indrawaty Sutanto sebesar 8,13 persen, Leo Andyanto sebesar 5,73 persen dan masyarakat sebesar 23,90 persen.

 

6.PT Cowell Development Tbk (COWL)

BEI menyebutkan saham COWL telah disuspensi selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 13 Juli 2022.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan RUPS Luar Biasa pada 29 Juni 2020 adalah sebagai berikut:

 Komisaris Utama : Harijanto Thany

Komisaris Independen : Adam Mingkay

Direktur Utama : Irwan Susanto

Direktur : Pikoli Sinaga

Pemegang saham perseroan antara lain PT Gama Nusapala sebesar 71,12 persen, Feral Investment Inc sebesar 14,35 persen, Earvin Limited sebesar 8,12 persen dan masyarakat sebesar 6,41 persen.

 

7.PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)

BEI menyebutkan saham GTBO telah disuspensi di seluruh pasar selama 18 bulan. Masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 14 Juli 2022.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2020 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : M.L. Puri

Komisaris Independen : Mastan Singh

Komisaris : Pardeep Dhir

Presiden Direktur : Ratendra Kumar Srivastva

Direktur : Jones Manulang

Direktur : Octavianus Wenas

Pemegang saham perseroan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020 antara lain: Bank Julius Baer and Co Ltd sebesar 32,78 persen, DBS Bank Ltd-SG sebesar 33,40 persen, PT Garda Minerals sebesar 26,21 persen dan masyarakat sebesar 7,61 persen.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya