Dua Anak Usaha Austindo Nusantara Jaya Kantongi Sertifikasi ISPO

Oleh Agustina Melani pada 16 Jan 2022, 16:59 WIB
Diperbarui 16 Jan 2022, 16:59 WIB
Ilustrasi truk angkut sawit (Dok: PT Austindo Nusantara Jaya Tbk)
Perbesar
Ilustrasi truk angkut sawit (Dok: PT Austindo Nusantara Jaya Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - Dua anak usaha PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) yaitu PT Permata Putera Mandiri (PPM) dan PT Putera Manunggal Perkasa (PMP) meraih sertifikasi ISPO setelah kantongi RSPO.

Sertifikasi tersebut dikeluarkan pada 3 Desember 2021 untuk PPM dan 16 Desember 2021 untuk PMP. Dua sertifikasi tersebut berlaku selama lima tahun. Penilaian sertifikasi itu dilakukan PT Mutuagung Lestari, lembaga independent dan terakreditasi.

Ruang lingkup dari sertifikasi ISPO ini adalah untuk satu unit pabrik kelapa sawit PMP dan empat perkebunan yang dikelola oleh PMP dengan total 11.300,36 Ha dan PPM dengan total 9.067,56 Ha, luas total tersebut sudah termasuk alokasi kebun plasma.

Dua perkebunan yang dikelola oleh PMP, yaitu Kebun Kasuari dengan total area seluas 4.629,41 Ha dan Kebun Cenderawasih seluas 6.670,95 terletak di Distrik Aifat Selatan dan Kais, Kabupaten Maybrat dan Sorong Selatan.

 Sedangkan, perkebunan yang dikelola oleh PPM, yaitu Kebun Gaina seluas 2.769,44 Ha terletak Distrik Kais, Kabupaten Sorong Selatan, serta kebun Metamani seluas 6.298,12 Ha terletak di Distrik Metamani, Kabupaten Sorong Selatan.

“Untuk mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan, ANJ mematuhi semua peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan lingkungan yang berlaku salah satunya melalui ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil atau Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia),” tulis perseroan dikutip dari keterangan tertulis, ditulis Minggu (16/1/2022).

Sistem sertifikasi ISPO merupakan prasyarat wajib yang ditetapkan pemerintah untuk perkebunan sawit guna memperbaiki tata kelola sawit yang lebih berkelanjutan.

ISPO memiliki tujuan untuk memastikan prinsip keberlanjutan yang diatur dalam regulasi/kebijakan terkait dapat diterapkan, mendukung pencapaian komitmen iklim Indonesia, serta meningkatkan daya saing sawit Indonesia baik di pasar domestik maupun pasar internasional.

Selain PPM dan PMP, empat anak usaha Austindo Nusantara Jayalainnya juga telah mendapatkan sertifikat ISPO, yaitu PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS), PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM), PT Austindo Nusantara Jaya Agri Binanga (ANJA) , dan PT Kayung Agro Lestari (KAL).

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gerak Saham ANJT

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan Jumat, 14 Januari 2022, saham ANJT stagnan di posisi Rp 980 per saham. Saham ANJT dibuka stagnan Rp 980 per saham.

Saham ANJT berada di level tertinggi Rp 985 dan terendah Rp 965 per saham. Total frekuensi perdagangan 50 kali dengan volume perdagangan 312. Nilai transaksi Rp 30,5 juta.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya