Perusahaan Properti China Sunac Bakal Jual Saham untuk Bayar Utang

Oleh Liputan6.com pada 13 Jan 2022, 23:22 WIB
Diperbarui 13 Jan 2022, 23:22 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang properti Beijing, Sunac China Holdings Ltd akan mengumpulkan dana sebanyak 4,52 miliar dolar Hong Kong atau USD 80,09 juta (setara Rp 1,14 triliun) atas penjualan saham untuk membayar pinjaman dan biaya operasional perusahaan.

Sunac China yang terdaftar di Bursa Hong Kong akan menjual 452 juta saham baru atau setara 8,3 persen modal saham yang ditempatkan.

Dalam pengajuan di bursa pada Kamis (13/1/2022), Sunac mengatakan akan menjual kepada pemegang saham pengendali Sunac International Investment Holdings. Demikian mengutip dari laman Channel News Asia.

Saham baru yang diterbitkan oleh pengembang properti  Sunac dibanderol dengan harga 10 dolar Hong Kong. Harga ini sudah mendapat potongan harga (diskon) dari harga awal penjualan yakni 11,80 dolar Hong Kong pada penutupan pasar pada Rabu, 12 Januari 2022.

Pemegang saham pengendali akan membeli saham baru setelah menjual dengan jumlah yang sama dari saham miliknya dengan harga yang sama kepada investor pihak ketiga. Morgan Stanley & Co International plc yang akan fasilitasi transaksi ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saham Sunac Melemah

Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Ketegangan politik yang terjadi karena Korut meluncurkan rudalnya mempengaruhi pasar saham Asia. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Sebelumnya, saham Asia-Pasifik bervariasi pada Kamis, (13/1/2022) terpengaruh kenaikan indeks acuan di wall street meskipun terdapat laporan inflasi tinggi sehingga pelaku pasar berspekulasi akan terjadi peningkatan suku bunga.

Di samping itu kekhawatiran COVID-19 menjadi fokus utama setelah World Health Organization (WHO) memperingatkan grafik varian Omicron kian melonjak di atas grafik biasanya.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 tergelincir 0,8 persen setelah melonjak 2 persen pada Rabu, 12 Januari 2022. Indeks Topix juga menyusut 0,48 persen. Saham ritel besar juga kehilangan kekuatannya, karena Seven & I anjlok sekitar 4 persen dan fast Retailing menyusut 1,53 persen.

Indeks saham Kospi di Korea Selatan susut 0,15 persen. Di bursa saham Shanghai mendatar. Indeks Shenzhen susut 0,77 persen. Indeks Hang Seng menguat 0,26 persen. Saham pengembang properti Sunac melemah lebih dari 15 persen.

Pelemahan saham Sunac terjadi setelah berencana jual 452 juta saham baru kepada pemegang saham pengendali Sunac International Investment Holdings. Harga penjualan saham 10 dolar Hong Kong. Dana hasil penjualan saham digunakan untuk membayar kembali pinjaman, sementara setengah lainnya akan digunakan untuk tujuan perusahaan.

Untuk kawasan Australia bergerak ke zona hijau. Indeks ASX 200 naik 0,64 persen. Sektor keuangan dan penambang mulai kecipratan keuntungan. Saham Rio Tinto melompat 3 persen, dan BHP menguat 4 persen.

TSMC Taiwan segera melaporkan hasil pemdapatan perusahaan pada kuartal IV pada Kamis, 14 Januari 2021.

Investor akan terus mengawasi perkembangan COVID-19. Hal ini usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan rekor kasus COVID-19 global baru sebanyak 15 juta dalam satu minggu. Pencapaian ini karena penyebaran omicorn sangat cepat melebihi varian delta sekaligus mengganikan sebagai varian yang mendominasi di seluruh dunia.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya