Multipolar Bakal Investasi di IPO Perusahaan Teknologi

Oleh Agustina MelaniLiputan6.com pada 14 Des 2021, 17:43 WIB
Diperbarui 14 Des 2021, 17:43 WIB
Presiden Direktur & CEO MPC, Adrian Suherman mengumumkan transformasi perusahaan sebagai komitmen untuk mendukung dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. (Foto: Multipolar)
Perbesar
Presiden Direktur & CEO MPC, Adrian Suherman mengumumkan transformasi perusahaan sebagai komitmen untuk mendukung dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. (Foto: Multipolar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Multipolar Tbk (MLPL) atau kini disebut MPC akan berpartisipasi dalam penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) oleh perusahaan teknologi di Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO MPC, Adrian Suherman menuturkan, pihaknya terus investasi dengan fokus di Indonesia dan Asia Tenggara. Di luar perusahaan rintisan atau startup, perseroan yakin pasar modal di Indonesia akan didominasi oleh perusahaan berbasis teknologi untuk beberapa tahun depan.

"Oleh karena itu, kami akan berpartisipasi dalam pre-IPO dan IPO market oleh perusahaan teknologi di Indonesia," kata dia, Selasa (14/12/2021).

Selain itu, MPC juga terus transformasi digital di perusahaan. Adrian mengatakan, pihaknya akan fokus di sektor ritel, teknologi, kesehatan, dan digital bank dalam beberapa tahun ke depan.

"Sebagai contohnya di Hypermart dengan induk perusahaan, kami melakukan kolaborasi dengan leading online player untuk mengembangkan omni channel ritel," kata dia.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Peran Indonesia

Pembukaan-Saham
Perbesar
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia mengatakan, Indonesia akan memerankan peran sangat besar dalam perkembangan teknologi digital dunia. Adrian mengatakan, pada saat ini Indonesia sudah masuk ke-20 ekonomi besar dunia dan diprediksi terbesar ke-7 pada 2030.

"Faktor penunjang utamanya adalah besarnya populasi indonesia apalagi dengan 60 persen dari populasi yang produktif dengan usia di bawah 30 tahun dan besarnya middle class di Indonesia, sekarang ada 77 juta dan akan lebih besar lagi menjadi 100 juta dalam beberapa tahun ke depan," kata dia.

Ia menilai, meski sudah besar ekonomi digital Indonesia yang dilihat saat ini hanya permulaan. "It’s the type of the ice breg. Dari 100 persen masyarakat Indonesia, 70 persen menjadi pegguna internet namun hanya 6 persen dari mereka yang dalam waktu dekat ini pernah bertransaksi online," kata dia.

Adrian mengatakan, ekonomi digital Indonesia masih sangat berkembang besar. Pada 2030, ekonomi digital akan bertumbuh lima kali lipat menjadi USD 330 miliar.

 

Reporter: Ayesha Puri

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya