Grab Rayakan Lonceng Pembukaan saat Debut di Nasdaq Bersama Karyawan dan Mitra

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 02 Des 2021, 19:41 WIB
Diperbarui 02 Des 2021, 23:26 WIB
Grab akan rayakan lonceng pembukaan Bursa Saham NASDAQ Pertama di Asia Tenggara bersama karyawan dan mitra (Foto: Grab)
Perbesar
Grab akan rayakan lonceng pembukaan Bursa Saham NASDAQ Pertama di Asia Tenggara bersama karyawan dan mitra (Foto: Grab)

Liputan6.com, Jakarta - Grab Holdings Limited atau (Nasdaq: GRAB) merayakan pencatatan perdana di bursa saham Nasdaq bersama dengan karyawan, mitra pengemudi, pengantaran, dan merchant.

Seremoni pencatatan perdana di Nasdaq ini juga merupakan acara seremoni pertama yang dilakukan di kawasan Asia Tenggara. Anthony Tan dan Hooi Ling Tan, co-founders of Grab, akan didampingi perwakilan mitra pengemudi, pengantaran, dan merchant Grab hadir di panggung pencatatan perdana yang dilakukan di Singapura.

"Penting bagi kami untuk tidak melupakan apa yang menjadi pondasi dari semua yang telah dibangun. Semangat dan kerja keras para Grabbers untuk melayani mitra kami selaras dengan dedikasi mitra kami dalam melayani pelanggan," ujar Anthony Tan dalam keterangan resmi, Kamis (2/12/2021).

Para mitra merupakan garda terdepan yang begitu gigih mendukung mobilitas masyarakat. Termasuk menyiapkan dan mengantarkan makanan hingga kebutuhan harian, terutama dalam masa pandemi.

Para Mitra Grab ini telah memanfaatkan layanan digital yang ada di aplikasi Grab untuk memperoleh pendapatan dan mengembangkan bisnisnya. Karyawan Grab juga akan turut hadir dalam acara ini, terutama mereka yang telah bergabung bersama perusahaan lebih dari 6 tahun atau disebut ‘Grabversaurus’ di dalam komunitas internal Grab).

Para ‘Grabversaurus’ telah bergabung sejak layanan Grab baru mencakupi ride-hailing di 30 kota, dan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan hingga kini menjadi aplikasi super yang tersedia di 465 kota.

"Karena itulah kami memilih untuk mengadakan seremoni ini di lokasi yang dekat dengan kami. Di sini, di tengah-tengah komunitas kami, berbagi momen bersama menuju babak baru perjalanan," tutur Anthony.

Sebagai apresiasi dari usaha bersama dan kolaborasi berkelanjutan komunitas Grab hingga saat ini, sekitar 1.500 karyawan dan komunitas mitra Grab dari seluruh Asia Tenggara akan ditampilkan di Nasdaq Tower di Times Square, New York City setelah Grab secara resmi melantai di Nasdaq.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Grab Siap Debut di Nasdaq

(Ilustrasi bursa saham Nasdaq, pencatatan saham coinbase) Dok: Unsplash/Meric Dagli
Perbesar
(Ilustrasi bursa saham Nasdaq, pencatatan saham coinbase) Dok: Unsplash/Meric Dagli

Sebelumnya, super-app Grab akan debut di Bursa Amerika Serikat pada Kamis, 2 Desember 2021. Hal itu menyusul persetujuan investor Altimeter Growth Corp untuk merger antara kedua perusahaan.

Entitas hasil merger akan diperdagangkan di Nasdaq dengan ticker ‘GRAB’ setelah proposal disahkan pada rapat umum luar biasa pada Selasa. Merger atau penggabungan ini merupakan bagian dari kesepakatan perusahaan akuisisi tujuan khusus (special purpose acquisition company/SPAC) terbesar yang pernah ada, dengan valuasi atas entitas gabungan mencapai hampir USD 40 miliar atau sekitar Rp 574,56 triliun (asumsi kurs Rp 14.364 per dolar AS).

Grab semula berkembang dengan bisnis ride-hailing. Namun, kini perusahaan yang berpusat di Singapura itu telah memperluas operasi bisnisnya ke layanan pengiriman dan keuangan digital di lebih dari 400 kota di delapan negara kawasan Asia Tenggara.

Penggabungan Grab dengan Altimeter Growth diumumkan pada April lalu. Dilansir dari The Strait Times, Rabu, 1 Desember 2021, kesepakatan tersebut semula dijadwalkan selesai pada kuartal III 2021, tetapi harus tertunda karena audit keuangan Grab.

Bulan lalu, Grab melaporkan rugi  bersih menjadi USD 988 juta atau Rp 14,18 triliun pada kuartal III yang berakhir September 2021. Sementara pendapatan turun 9 persen menjadi USD 157 juta atau sekitar Rp 2,25 triliun karena penurunan bisnis mobilitasnya akibat pembatasan selama pandemi COVID-19 di Vietnam.

Penurunan pendapatannya terjadi meskipun pendapatan barang dagangannya tumbuh 32 persen menjadi USD 4 miliar atau sekitar Rp 57,41 triliun untuk periode tersebut. Dalam beberapa minggu terakhir, aplikasi Grab telah mengalami masalah layanan, dengan pengguna di Singapura dan pasar lain menghadapi gangguan intermiten dan tidak dapat memesan makanan atau melakukan pemesanan perjalanan.

Menanggapi itu, Direktur Inovasi Cathay Rajive, Keshup mengatakan go public perusahaan memicu aksi serupa bagi ekosistem teknologi Asia Tenggara. Keshup juga mencatat sulit untuk mengumpulkan kesepakatan SPAC dan investasi swasta dalam ekuitas publik (private investment in public equity/PIPE) dalam beberapa bulan terakhir.

"Jika mereka melakukannya dengan baik, itu akan membuka jalan yang menguntungkan bagi empat hingga lima SPAC lainnya yang akan segera diikuti,” tutur dia.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya