Ramai Emiten Bagi Dividen Interim, Jangan Asal Beli

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 26 Nov 2021, 20:00 WIB
Diperbarui 27 Nov 2021, 04:58 WIB
Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Jelang akhir tahun, emiten ramai-ramai membagikan dividen interim. Hingga berita ini ditulis, setidaknya ada enam emiten yang siap tebar dividen interim dalam waktu dekat.

Pengamat pasar modal, Reza Priyambadha mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat musim pembagian dividen interim tiba.

Pertama yakni kondisi fundamental perusahaan, kedua besaran dividen yang dibagikan. Baik dari sisi yield maupun dari besaran nominal dividen.

“Kalau saya lebih suka lihat dari besaran dividennya. Tapi ada sebagian pelaku pasar yang melihat pada dividen yield,” ujar Reza kepada Liputan6.com, Jumat (26/11/2021).

Secara garis besar, yield dividen adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur keuntungan yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham.

Alasan Reza lebih mempertimbangkan nominal dividen ketimbang yield-nya karena nominal tersebut yang akan tercatat pada rekening pemegang saham pada akhirnya.

“Kalau saya lebih suka lihat dari besarannya. Misalnya ada perusahaan bagikan dividen Rp 50 dan Rp 150, saya akan pilih yang Rp 150, karena itu yang masuk rekening kita. Padahal bisa saja yang Rp 50 yield nya lebih besar,” jelas Reza mengumpamakan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hal Lain

Ilustrasi dividen (image by Alexsander-777 from pixabay)
Perbesar
Ilustrasi dividen (image by Alexsander-777 from pixabay)

Selain itu, Reza mengatakan hal yang tak kalah penting yakni fluktuasi harga jelang cum date dividen.

Cum dividen adalah tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak mendapatkan dividen perusahaan yang telah dirilis

“Biasanya pelaku pasar mengincar cum date karena periode di mana nama dia berhak mendapatkan dividen. Ketika sudah dekati cum date, orang banyak memburu saham tersebut, sehingga harganya jadi naik,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya