Top 3: Bumi Serpong Damai Raih Pra Penjuapan Rp 6,1 Triliun hingga Kuartal III 2021

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 20 Okt 2021, 10:36 WIB
Diperbarui 20 Okt 2021, 10:36 WIB
Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk. memulai misi pembangunan TOD di BSD City
Perbesar
Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk. memulai misi pembangunan TOD di BSD City (dok: Sinar Mas Land)

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang properti, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 6,1 triliun pada akhir kuartal III 2021. 

Dengan pencapaian tersebut, PT Bumi Serpong Damai Tbk sudah mencapai sebanyak 87 persen dari target pra-penjualan perseroan untuk 2021 yaitu sebesar Rp 7 triliun. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Hermawan Wijaya melalui siaran persnya yang diterima Liputan6.com, Selasa, 19 Oktober 2021.

Hermawan mengatakan, kontribusi terbesar untuk pra-penjualan perseron bersumber dari segmen residensial yakni sebesar 69 persen terhadap total prapenjualan, dengan nilai sebesar Rp 4,2 triliun.

Artikel Bumi Serpong Damai raih pra penjualan Rp 6,1 triliun hingga kuartal III 2021 menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Rabu (20/10/2021):

1.Bumi Serpong Damai Raih Pra Penjuapan Rp 6,1 Triliun hingga Kuartal III 2021

Pengembang properti, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 6,1 triliun pada akhir kuartal III 2021. 

Dengan pencapaian tersebut, PT Bumi Serpong Damai Tbk sudah mencapai sebanyak 87 persen dari target pra-penjualan perseroan untuk 2021 yaitu sebesar Rp 7 triliun. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Hermawan Wijaya melalui siaran persnya yang diterima Liputan6.com, Selasa, 19 Oktober 2021.

Hermawan mengatakan, kontribusi terbesar untuk pra-penjualan perseron bersumber dari segmen residensial yakni sebesar 69 persen terhadap total prapenjualan, dengan nilai sebesar Rp 4,2 triliun.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2.Indika Energy Bidik Nol Emisi Karbon pada 2050

Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasyid. (Bawono/Liputan6.com)
Perbesar
Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasyid. (Bawono/Liputan6.com)

Sejumlah negara di dunia tengah mengejar target net zero emission (NZE) atau nol emisi karbon, termasuk Indonesia.

Melalui pengajuan Dokumen Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia menargetkan nol emisi karbon pada 2060.

Hal ini secara tidak langsung berdampak pada perusahaan sektor energi, seperti batu bara sebagai salah satu penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca.

Sebagai salah satu pemain di industri batu bara, Direktur Utama PT Indika Energy Tbk (INDY), M. Arsjad Rasjid mengaku telah melakukan perubahan besar terhadap Perseroan. Perubahan tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan target nol emisi karbon Indonesia pada 2060.

Berita selengkapnya baca di sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3.Saham PANI Disuspensi Lagi Mulai 19 Oktober 2021

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) lagi perdagangan saham perusahaan pengolahan hasil perikanan, PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) mulai 19 Oktober 2021. Ini karena terjadi peningkatan harga yang signifikan pada saham PANI.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia Lidia M Panjaitan melalui pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Liputan6.com.

Suspensi perdagangan saham PANI ini menurut Bursa perlu dilakukan sebagai upaya meredakan (cooling down) aktivitas perdagangan saham PANI.

Berita selengkapnya baca di sini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya