Waskita Beton Precast Bakal Divestasi Tiga Pabrik

Oleh Agustina Melani pada 11 Okt 2021, 14:11 WIB
Diperbarui 11 Okt 2021, 14:11 WIB
Produksi Beton Menuju New Normal di Plant Karawang PT. Waskita Beton Precast
Perbesar
Pekerja menyelesaikan pembuatan spun pile atau tiang pancang di Plant Karawang PT Waskita Beton Precast, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Anak usaha PT Waskita Karya yang mampu memproduksi 450 ribu ton per tahun mensuplai kebutuhan akan beton cetak dan pra cetak. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) akan mengadakan penawaran umum atas tiga pabrik beton pracetak yang masih beroperasi.

Mengutip pengumuman perseroan dalam salah satu harian ekonomi, Senin (11/10/2021), PT Waskita Beton Precast menawarkan divestasi aset pabrik yang berada di Klaten, Cibitung, dan Karawang dengan kondisi seluruh pabrik beton pracetak yang ditawarkan masih beroperasi.

Penjualan pabrik beton pracetak itu akan mencakup penjualan atas tanah, dan bangunan pabrik beton pracetak, bangunan pendukung dan mesin, serta peralatan produksi.

Rincian tiga pabrik itu antara lain pabrik di Klaten dengan harga indikasi Rp 176,50 miliar, pabrik di Cibitung dengan harga indikasi Rp 115 miliar, dan pabrik di Karawang dengan harga indikasi Rp 417,50 miliar.

"Peminat dapat mengajukan penawaran atas satu atau beberapa aset yang ditawarkan sekaligus,” dikutip dari pengumuman tersebut.

Adapun jadwal penjelasan dilakukan pada Rabu, 3 November 2021 melalui online.  Biaya pendaftaran sebesar Rp 1 juta.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Gerak Saham WSBP

20170210- IHSG Ditutup Stagnan- Bursa Efek Indonesia-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada perdagangan Senin, 11 Oktober 2021, pukul 14.02 WIB, saham WSBP stagnan di posisi Rp 163 per saham.

Saham WSBP berada di level tertinggi Rp 163 dan terendah Rp 162. Total frekuensi perdagangan 1.109 kali dengan volume perdagangan 212.093. Nilai transaksi Rp 3,5 miliar.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya