Gandeng Ford Bangun Pabrik, Saham SK Innovation Melambung

Oleh Liputan6.com pada 29 Sep 2021, 00:21 WIB
Diperbarui 29 Sep 2021, 10:03 WIB
Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - Produsen mobil Ford mengumumkan akan menggandeng SK Innovation untuk membangun dua pabrik di Amerika Serikat senilai USD 11,4 miliar atau sekitar Rp 162,88 triliun (kurs rupiah per dolar AS di 14.288)

Hal tersebut turut dongkrak harga saham SK Innovation pada perdagangan Selasa, (28/9/2021) di Bursa Korea Selatan. Saham SK Innovation melompat 3,78 persen setelah pengumuman perseroan seiring rencana Ford untuk investasi.

Dana investasi dialokasikan untuk pembanguunan dua pabrik besar, berlokasi di Tennessee dan Kentucky, Amerika Serikat. Proyek tersebut dimaksudkan yang nantinya sebagai tempat pembuatan truk listrik dan baterai.

Porsi inventasi Ford dalam proyek ini sebesar USD 7 miliar atau sekitar Rp 99,9 triliun. Investasi manufaktur ini digadang-gadang menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan selama 118 tahun.

"Ini adalah momen tranformatif di mana Ford akan memimpin transisi Amerika Serikat menuju kendaraan listrik dan mengantar era baru manufaktur yang bersih dan bebas karbon,” ujar Executive Chairman Ford, Bill Ford, dilansir dari laman Yahoo Finance, Selasa pekan ini.

Bill menambahkan, dengan investasi serta semangat berinovasi perusahaan, diharapkan mampu mencapai tujuan yang telah dipikirkan secara eksklusif. “Dengan melindungi bumi, membangun kendaraan listrik hebat yang disukai orang Amerika dan berkontribusi pada kemakmuran Amerika Serikat (AS),” kata dia.

Stanton, Tennessee akan dibangun Blue Oval City untuk membantu proyek perluasan jajaran truk listrik. Saat ini, Ford telah merilis all-electric SUV bernama March-E dan segera mungkin memproduksi jenias All-Electric F-150 Lighting.

Luas lahan 3.600 hektrare dengan pengeluaran biaya USD 5,6 miliar atau Rp 79,8 triliun harapannya mampu menciptakan 6.000 lapangan pekerjaan. Hingga kini, Ford belum memberitahukan tanggal pembukaan proyek tersebut.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Area Lain

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Tidak kalah mengesankan dengan proyek di Tennesse. Area pembangunan lainnya di Glendale, Kentucky mendapat julukan Blue Oval SK Battery Park. Tempat itu akan menjadi kompleks manufaktur baterai khusus daftar kendaraan listrik Ford yang terus berkembang.

Lahan seluas 1.500 hektare dengan estimasi biaya USD 5,8 miliar  atau sekitar Rp 82,7 triliun direncanakan mampu menciptakan 5.000 pekerjaan. Lokasi di Kentucky targetnya akan dibuka pada  2025.

"Tindakan ini untuk menghadirkan terobosan baru kendaraan listrik. Proyek ini juga bermaksud untuk menyerap tenaga kerja sehingga mereka bisa menghidupi keluarganya. Proyek ini mengusung sistem manufaktur ultra-efisien, karbon-netral, serta bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat, dealer, dan para pemegang saham,” ujar CEO Ford Jim Farley.

Kedua pabrik tersebut adalah bagian dari investasi Ford senilai USD 30 miliar atau Rp 427,8 triliun yang dialokasikan pada bidang kendaraan listrik hingga 2025. Ford mengharapkan 40-50 persen dari volume kendaraan global akan sepenuhnya menggunakan listrik pada 2030.

 

Reporter: Ayesha Puri

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya