Top 3: Dampak Perpanjangan Diskon PPnBM DTP Kendaraan Bikin Penasaran

Oleh Dian Tami Kosasih pada 27 Sep 2021, 09:06 WIB
Diperbarui 27 Sep 2021, 09:06 WIB
Pemerintah Berencana Memacu Aturan Ekspor Industri Otomotif
Perbesar
Mobil siap ekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Rabu (27/3). Pemerintah berencana memacu ekspor industri otomotif dengan harmonisasi skema PPnBM, yaitu tidak lagi dihitung dari kapasitas mesin, tapi pada emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta -  Pemerintah memperpanjang diskon pajak atau Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) hingga Desember 2021 dinilai akan berdampak positif untuk emiten otomotif.

Adapun perpanjangan diskon PPnBM kendaraan bermotor tersebut tertuang melalui PMK 120/PMK 010/2021. Besaran insentif diskon PPnBM kendaraan bermotor yang semula diberi sejak Maret-Agustus 2021 diperpanjang hingga Desember 2021.

Analis PT Sucor Sekuritas, Hendrico Gani mengatakan, diskon pajak tersebut menjadi sentimen positif untuk sektor saham otomotif. Hal ini lantaran diskon PPnBM DTP yang diperpanjang untuk sektor otomotif dapat dongkrak penjualan mobil lantaran meringankan pembeli. Dengan demikian diharapkan dongkrak laba seiring kenaikan penjualan mobil.

Artikel perpanjangan diskon PPnBM DTP Kendaraan Bakal Jadi Berkah Sektor Saham Otomotif menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Senin (27/9/2021):

1.Perpanjangan Diskon PPnBM DTP Kendaraan Bakal Jadi Berkah Sektor Saham Otomotif

 Pemerintah memperpanjang diskon pajak atau Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) hingga Desember 2021 dinilai akan berdampak positif untuk emiten otomotif.

Adapun perpanjangan diskon PPnBM kendaraan bermotor tersebut tertuang melalui PMK 120/PMK 010/2021. Besaran insentif diskon PPnBM kendaraan bermotor yang semula diberi sejak Maret-Agustus 2021 diperpanjang hingga Desember 2021.

Analis PT Sucor Sekuritas, Hendrico Gani mengatakan, diskon pajak tersebut menjadi sentimen positif untuk sektor saham otomotif. Hal ini lantaran diskon PPnBM DTP yang diperpanjang untuk sektor otomotif dapat dongkrak penjualan mobil lantaran meringankan pembeli. Dengan demikian diharapkan dongkrak laba seiring kenaikan penjualan mobil.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2.Begini Dampak Gejolak Evergrande ke Indonesia

Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Dampak gejolak utang Evergrande yang terjadi di China dinilai positif dalam jangka panjang untuk Indonesia. Salah satunya pertumbuhan ekonomi China tetap positif sehingga berdampak terhadap Indonesia.

Direktur PT Panin Asset Management, Winston Sual menuturkan, langkah pemerintah China melakukan tindakan pencegahan untuk stabilkan sektor propertinya menunjukkan kepada investor dunia mengenai kebijakan yang tegas.

"Pertama-tama efek pada jangka panjang bagus. Ini mencegah bisul terlalu besar. Suatu tindakan preventif, sektor properti(China-red) agar suistane dan terus bertumbuh. GDP bertumbuh, China salah satu importir natural resources di Indonesia, demand akan tetap terus bertambah, jadi jangka panjang melihat positif untuk ekonomi Indonesia," ujar dia dalam diskusi virtual, ditulis Minggu, 26 September 2021

Berita selengkapnya baca di sini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3.Aset BRI Bakal Jadi yang Terbesar Setelah Rights Issue

Gedung BRI (Dok: Istimewa)
Perbesar
Gedung BRI (Dok: Istimewa)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dinilai akan mampu dongkrak nilai aset sehingga kembali menjadi bank terbesar di Indonesia. Hal ini setelah rights issue jumbo untuk mendanai Holding Ultra Mikro (Umi).

Analis pasar modal dan ekonomi dari LBP Institute, Lucky Bayu Purnomo menuturkan, kehadiran Holding Umi dalam lini bisnis BRI akan tingkatkan konsolidasi nilai buku. Ini juga potensi dorong kinerja yang lebih baik ke depan seiring Holding UMi adalah sumber pertumbuhan bisnis baru bagi perseroan.

Ia menuturkan, peningkatan nilai aset menjadi sisi paling Nampak ketika Holding Umi rampung terbentuk dan beroperasi. 

Berita selengkapnya baca di sini

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya