Simak Rekomendasi Teknikal Saham UNTR hingga EXCL

Oleh Agustina Melani pada 27 Sep 2021, 06:43 WIB
Diperbarui 27 Sep 2021, 06:44 WIB
IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi koreksi pada perdagangan Senin (27/9/2021). Lalu apa saja saham pilihan dan rekomendasi teknikal?

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG akan cenderung koreksi terlebih dahulu untuk menguji area 6.060-6.100. Akan tetapi, selama IHSG masih bertahan di atas 5.996 sebagai level support, IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk menguji resistance 6.170-6.200.

“Tetap waspadai apabila IHSG kembali terkoreksi agresif ke bawah 5.996 dan 5.982, apabila hal ini terjadi, IHSG masih akan terkoreksi kea rah 5.850-5.900,” kata dia.

Herditya perkirakan, IHSG berada di level support 5.996,5.982 dan resistance 6.170,6.263.

Herditya menuturkan, saham-saham yang dapat menjadi pilihan antara lain PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Rekomendasi Teknikal

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berikut rekomendasi teknikalnya:

1.PT United Tractors Tbk (UNTR)-Buy on weakness (22.075)

Saham UNTR ditutup menguat 4,7 persen ke level 22.075 pada perdagangan Jumat, 24 September 2021. Pergerakan saham UNTR diiringi dengan meningkatnya volume pembelian. K

“Kami perkirakan, posisi UNTR saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C sehingga UNTR masih berpeluang menguat kembali,” ujar dia dalam catatannya.

Buy on Weakness: 21.400-22.000

Target Price: 22.375, 23.500

Stoploss: below 20.875

2.PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) - Buy on Weakness (254)

Pada perdagangan Jumat, 24 September 2021, saham WTON ditutup terkoreksi 0,8 persen ke level 254.

“Kami perkirakan, posisi WTON saat ini sedang berada di awal wave (ii) dari wave [v] dari wave 1. Manfaatkan koreksi WTON ini untuk melakukan BoW,” ujar dia.

Buy on Weakness: 246-254

Target Price: 270, 290

Stoploss: below 240

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saham PGAS-EXCL

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Buy on Weakness (1.125)

Pada perdagangan Jumat, 24 September 2021, saham PGAS terkoreksi 2,4 persen ke level 1.000 dan muncul adanya tekanan jual.

“Kami perkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada di awal wave [ii] dari wave 3 dari wave (3), yang berarti PGAS akan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW,” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.080-1.120

Target Price: 1.180, 1.300

Stoploss: below 1.065

 

Saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) - Buy on Weakness (2.950)

Saham EXCL ditutup terkoreksi 1 persen ke level 2.950 pada perdagangan Jumat, 24 September 2021. Herditya menuturkan, posisi saham EXCL saat ini diperkirakan berada di awal wave [iv] dari wave 3, sehingga EXCL rawan terkoreksi.. "Setelah wave [iv] selesai terbentuk, maka EXCL berpeluang menguat kembali,” kata dia.

Buy on Weakness: 2.820-2.920

Target Price: 3.180, 3.400

Stoploss: below 2.770

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya