Netflix Akuisisi Perusahaan yang Kelola Hak Karya Penulis Roald Dahl

Oleh Liputan6.com pada 24 Sep 2021, 14:48 WIB
Diperbarui 24 Sep 2021, 14:49 WIB
Ilustrasi Netflix
Perbesar
Ilustrasi Netflix. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - Netflix menyatakan telah memperoleh hak atas cerita Roald Dahl. Netflix berencana untuk menciptakan produk “dunia unik” berdasarkan cerita tersebut.

Pada Rabu, 22 September 2021, raksasa streaming mengatakan telah akuisisi Roald Dahl Story Company (RDSC). RDSC merupakan perusahaan yang mengelola hak atas karya mendiang penulis Inggris.

"Penggabungan kedua perusahaan bertujuan untuk membawa beberapa cerita yang paling disukai di dunia dengan cara baru yang kreatif. Sehingga penggemar tetap mencintainya saat ini dan di masa depan,” ungkap Netflix dalam siaran pers dilansir dari CNN, Jumat (24/9/2021).

Kesepakatan terjadi tiga tahun setelah Netflix (NFLX) dan RDSC bekerja sama dalam sejumlah serial TV animasi. Termasuk Charlie and the Chocolate Factory; dan adaptasi dari Matilda The Musical.

"Proyek-proyek ini membuka mata kami (Netflix) untuk usaha yang jauh lebih ambisius. Dengan penciptaan alam semesta yang unik di seluruh film animasi dan aksi langsung dan di TV, penerbitan, gim, pengalaman mendalam, teater langsung, produk konsumen, dan banyak lagi,” tambah Netflix.

Dahl yang meninggal pada usia 76 tahun adalah pecipta karakter Matilda, BFG, Fantastic Mr. Fox, Willy Wonka dan Twits. Buku-bukunya terjual lebih dari 300 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam 63 bahasa. Setiap 13 September diperingati sebagai Roald Dahl Day sebagain bentuk kecintaan para penggemar terhadap Dahl.

Kisah-kisah fantastis yang diciptakan Dahl telah meminjam diri mereka (penonton) ke beberapa film adaptasi. “Charlie and the Chocolate Factory telah menelurkan empat film, salah satunya animasi Tom and Jerry pada 2017. Sebuah prekuel bernama Wonka yang akan dirilis oleh Warner Bros pada 2023 mendatang.

"Saat kami membawa kisah abadi ini banyak penontin baru yang berdatangan (menonton Netfix). Kami berkomitmen untuk mempertahankan semangat unik mereka, tema universal kejutan, dan keloyalan para penonton. Ditambah dengan menaburkan beberapa keajaiban baru dalam campuran film tersebut,” kata Netflix.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kinerja Netflix

Biaya Langganan Aplikasi
Perbesar
Ilustrasi Langganan Netflix Credit: unsplash.com/freestocks

Netflix mendapat lonjakan besar dalam bisnis streaming selama pandemi. Sebab orang-orang tinggal lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Meskipun hasil pencatatan pendapatan perusahaan pada kuartal II menunjukkan pertumbuhan pelanggan yang lamban. Selama COVID-19 meraup keuntungan Rp 18,1 trilun meski dengan pertumbuhan penonton bergerak lambat.

Layanan streaming mengungkapkan memiliki 209 juta pelanggan secara global. Setelah terdapat penambahan sedikitnya lebih dari satu juta pelanggan pada kuartal kedua tahun ini.

Pada kuartal kedua, laba yang diperoleh Netflix sebesar USD 1,3 miliar atau setara Rp 18,5 triliun (estimasi kurs Rupiah terhadap dolar AS Rp 14.248). Dengan pendapatan melonjak 19 persen menjadi USD 7,3 miliar sebanding Rp 104,01 triliun.

 

Reporter: Ayesha Puri

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya