Surya Citra Media Bakal Stock Split agar Perdagangan Saham Makin Likuid

Oleh Agustina Melani pada 21 Sep 2021, 15:29 WIB
Diperbarui 03 Nov 2021, 17:58 WIB
IHSG
Perbesar
Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) bakal melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Langkah ini dilakukan untuk dongkrak likuiditas perdagangan saham.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/9/2021), PT Surya Citra Media Tbk menyampaikan pemanggilan kepada para pemegang saham untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Salah satu agenda RUPSLB tersebut untuk meminta persetujuan atas rencana perubahan nilai nominal saham perseroan atau stock split. Selain itu, perubahan pasal 4 anggaran dasar perseroan terkait modal dasar, modal disetor dan modal ditempatkan.

Perseroan menjelaskan rapat akan membahas dan memutuskan atas rencana perubahan nilai nominal saham perseroan atau stock split yang nilai awalnya adalah Rp 50 menjadi Rp 10 per saham.

Perubahan ini akan mengubah pasal 4 pada anggaran dasar perseroan yang berkaitan dengan modal dasar, modal yang disetor, dan modal ditempatkan.

“Tujuan perubahan nilai nominal ini dimaksudkan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan nilai perseroan,” tulis perseroan.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Gerak Saham SCMA

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan Selasa, 21 September 2021, saham SCMA naik 2,87 persen ke posisi Rp 2.150 per saham. Saham SCMA dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 2.100 per saham.

Saham SCMA berada di level tertinggi Rp 2.150 dan terendah Rp 2.060 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.841 kali dengan volume perdagangan 85.231. Nilai transaksi harian saham Rp 18 miliar.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya