Bahana TCW Prediksi IHSG Bakal Sentuh 6.500 pada Akhir 2021, Ini Pendorongnya

Oleh Liputan6.com pada 20 Sep 2021, 20:42 WIB
Diperbarui 20 Sep 2021, 20:43 WIB
IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bahana TCW Investment Management prediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki ruang untuk naik ke level 6.500 hingga akhir 2021. Hal ini seiring pemulihan ekonomi yang akan terjadi terutama di sektor riil pada kuartal IV 2021.

PT Bahana TCW Investment menilai aturan pemerintah mengenai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tengah lonjakan kasus COVID-19 sejak Juli 2021 kini mulai menunjukkan hasil positif.

Salah satunya terlihat pada angka positivity rate secara nasional turun di angka 3,05 persen. Sementara itu, DKI Jakarta yang merupakan jantung ekonomi Indonesia, positif ratenya mencapai 1,8 persen. Capaian angka penurunan ini sudah berada jauh di bawah standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yakni 5 persen.

Chief Economist Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW), Budi Hikmat menuturkan, peningkatan yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi lonjakan COVID-19, hasilnya sudah mulai terlihat.

"Secara kesehatan kita sudah di posisi jauh lebih baik dibandingkan tiga bulan sebelumnya," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (20/9/2021).

Selain aturan PPKM, dalam rangka pemulihan ekonomi, pemerintah juga fokus pada percepatan vaksinasi di beberapa daerah yang merupakan episentrum perekonomian Indonesia seperti di DKI Jakarta, Bali dan wilayah lainnya.

Portofolio vaksin yang dimiliki pemerintah sekarang juga sangat lengkat antara lain Sinovac, Astra Zenecca, Pfizer, Modern, Johnson &Johnson. Dari sisi suplai ini diperkirakan mencukupi kebutuhan vaksinasi nasional.

"Pemerintah telah berhasil memberikan respons yang baik terhadap fenomena outbreak pada Juni dan Juli kemarin,” kata dia.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Diimbau Tetap Waspada

Awal 2019 IHSG
Perbesar
Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia menambahkan, apabila kondisi pengendalian COVID-19 ini terus terkendali, peluang untuk perbaikan ekonomi pada kuartal IV akan terbuka lebar.

"Ini merupakan buah dari kinerja kolektif yang baik antara pemerintah dalam memperkuat testing, tracing, serta mendorong vaksinasi dan masyarakat yang patuh terhadap aturan PPKM,” ujar Budi.

Secara bertahap pemerintah pun mulai melakukan relaksasi terhadap kegiatan perekonomian dengan standar penerapan protokol kesehatan yang ketat dan implementasi tracing melalui aplikasi PeduliLindungi.

Pemberian izin tempat makan termasuk restoran dan kafe agar pengunjungnya dapat makan di tempat atau dine-in telah mulai dilakukan. Selain itu, pemerintah telah melakukan uji coba pembukaan lokasi-lokasi pariwisata yang berada di wilayah PPKM level 2 dan 3.

Dengan melihat pemulihan yang terus membaik, Bahana TCW optimistis menyambut pemulihan ekonomi yang akan terjadi terutama di sektor riil pada kuartal IV. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan investor dalam dan luar negeri terhadap pasar domestik. Bahana TCW memprediksi IHSG masih memiliki ruang untuk naik ke level 6.500 hingga akhir 2021.

"Namun, kita juga harus tetap waspada karena pandemi ini masih belum berakhir, potensi fenomena black swan masih akan terus terjadi,” ujar Budi.

Ia menambahkan, hal itu terutama jika melihat aturan pembelajaran tatap muka (PTM) yang masih memiliki risiko besar karena untuk remaja usia di bawah 12 tahun belum menerima vaksin sehingga memiliki potensi besar sebagai pembawa (carrier).

 

Reporter: Ayesha Puri

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya