Berkah Beton Sadaya Pastikan Pembangunan Pabrik Selesai pada 2022

Oleh Agustina Melani pada 20 Sep 2021, 17:17 WIB
Diperbarui 20 Sep 2021, 20:25 WIB
PT Berkah Beton Sadaya (BBS)
Perbesar
Kinerja perusahan beton.

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) mengatakan pembangunan pabrik di sejumlah wilayah di Subang (Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah masih berjalan. Pembangunan pabrik itu paling lambat selesai pada kuartal II 2022.

Direktur Utama PT Berkah Beton Sadaya Tbk, Hasan Muldhani menuturkan,  perseroan berencana bangun pabrik di Subang, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah. Hal itu disampaikan perseroan saat mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret 2021. Hasan memastikan, pembangunan pabrik masih tetap berjalan. Adapun di Subang, perseroan sedang bangun pabrik precast square pile.

"Selesaikan kuartal I 2022, dan paling telat kuartal II 2022. Ini belum dapat sumbang (kepada kinerja perseroan-red) karena masih dalam program penyelesaian pabriknya,” ujar dia saat paparan publik insidentil, Senin (20/9/2021).

Ia menambahkan, dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) digunakan untuk penyelesaian pembangunan pabrik.  Perseroan meraup dana sekitar Rp 200 miliar dari IPO. Hasan menuturkan, dana IPO Rp 103 miliar untuk akuisisi tanah pabrik dari pihak ketiga.

"Sisa Rp 93 miliar, emisi itu Rp 7 miliar. Kalau dikurangi itu Rp 80 miliar. Itu digunakan untuk pabrik tersebut,” ujar dia.

Saat ditanya mengenai perolehan kontrak baru pada semester II 2021, perseroan saat ini masih selesaikan proyek yang sudah ada dari semester I 2021. “Kontrak baru akan kita review semester II, didrafting kemudian review. Desember eksekusi. Kalau misalkan bisa lakukan, semester 2. Kita selesaikan proyek yang sudah ada, semester I biasanya proyek jangka panjang,” kata dia.

Selain itu, perseroan menargetkan pendapatan Rp 375 miliar  pada 2021.Direktur PT Berkah Beton Sadaya Tbk, Pio Hizkia Wehantouw menuturkan, pihaknya optimistis dapat mencapai target laba bersih pada 2021.

"Target pendapatan Rp 375 miliar tapi saat ini baru tercapai Rp  200 miliar. Jadi kita masih optimis untuk kejar target laba bersih yang kita canangkan,” kata Hizkia.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kinerja Semester I 2021 dan Gerak Saham BEBS

FOTO: PPKM, IHSG Ditutup Menguat
Perbesar
Pialang tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Hingga semester I 2021, perseroan mencatat laba bersih berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 40,12 miliar. Realisasi pendapatan itu tumbuh 209,77 persen dari periode semester I 2020 sebesar Rp 12,96 miliar.

Pencapaian laba bersih itu disumbangkan dari penjualan bersih yang mencapai Rp 182,54 miliar pada semester I 2021. Realisasi penjualan itu naik 183,10 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 64,48 miliar.

Total liabilitas naik menjadi Rp 35,34 miliar pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 27,13 miliar. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 611,87 miliar pada 30 Juni 2021 dari Desember 2020 Rp 379,86 miliar. Perseroan kantongi kas Rp 414,18 juta.

Gerak Saham BEBS

Pada penutupan perdagangan Senin, 20 September 2021, saham BEBS naik 1,13 persen ke posisi Rp 1.340 per saham. Saham BEBS dibuka stagnan di posis Rp 1.325 per saham.

Saham BEBS berada di level tertinggi Rp 1.400 dan terendah Rp 1.300 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.734 KALI. Total volume perdagangan 308.455. Nilai transaksi Rp 41,1 miliar.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya