IHSG Berpotensi Konsolidasi, Cermati Saham Pilihan Ini

Oleh Agustina Melani pada 20 Sep 2021, 07:07 WIB
Diperbarui 20 Sep 2021, 07:07 WIB
IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berpotensi konsolidasi menguat pada perdagangan Senin (20/9/2021). Pelaku pasar akan menanti pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the federal reserve (the Fed) dan Bank Indonesia (BI) pada pekan ini.

Direktur PT Equator Swarna Investama, Hans Kwee menuturkan, IHSG berpeluang konsolidasi menguat pada awal pekan ini. IHSG akan bergerak di level support 6.068-6.052, sedangkan level resistance di level 6.137-6.200.

Sementara itu, Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang menuturkan, investor menunggu Rapat Dewan Gubernur BI pada pekan ini.

Sedangkan investor global fokus pada pertemuan dua hari komite pasar terbuka federal (FOMC) pada 21-22 September 2021. Hal ini terkait sinyal pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, tapering atau pengurangan stimulus, dan perkiraan kenaikan suku bunga acuan the Fed.

Pada awal pekan ini, Edwin prediksi, IHSG akan hadapi tekanan jual seiring indeks Dow Jones melemah pada pekan lalu. Hal tersebut juga disertai turunnya EIDO 0,93 persen dan sejumlah harga komoditas yang alami koreksi antara lain harga minyak, emas, minyak kelapa sawit. Di sisi lain, yield atau imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik 2,93 persen ke posisi 1,37 persen.

"IHSG akan bergerak di kisaran 6.093-6.185,” ujar Edwin.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saham Pilihan

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Untuk saham pilihan, ia memilih saham PT Charoen Pokpand Indonesia Tbk (CPIN), PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Kemudian saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Selain itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Sedangkan Hans memilih saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya