Saham ISAT Merosot Usai Pengumuman Merger dengan Tri, Ini Kata Analis

Oleh Agustina Melani pada 18 Sep 2021, 19:19 WIB
Diperbarui 18 Sep 2021, 19:19 WIB
20170210- IHSG Ditutup Stagnan- Bursa Efek Indonesia-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Indosat Tbk (ISAT) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Jumat, 17 September 2021 setelah umumkan kesepakatan merger dengan Tri Indonesia.

Mengutip data RTI, saham PT Indosat Tbk turun 3,16 persen ke posisi Rp 6.900 per saham. Saham ISAT sempat dibuka naik signifikan 425 poin ke posisi Rp 7.550 per saham. Saham ISAT sempat berada di level tertinggi Rp 7.675 dan terendah Rp 6.775 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.013 kali dengan volume perdagangan 200.153. Nilai transaksi Rp 141,3 miliar.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona hijau setelah sempat tertekan. IHSG naik 0,38 persen ke posisi 6.133,24.

Jelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 6.133,24 dan terendah 6.086,08. Sebanyak 295 saham melemah sehingga menekan IHSG. 216 saham menguat dan 147 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.446.830 kali dengan volume perdagangan 31 miliar saham. Nilai transaksi Rp 16,3 triliun.

Analis PT Panin Sekuritas, William Hartanto menuturkan, harga saham ISAT melemah seiring sentimen yang sudah direalisasikan sehingga bukan menjadi hal baru lagi di pasar. Oleh karena itu, investor merealisasikan aksi ambil untung. Sebelumnya harga saham ISAT sudah menguat.

"Ini mirip dengan saham-saham farmasi waktu vaksinasi pertama pada 13 Januari,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com ditulis Sabtu (18/9/2021).

William pun merekomendasikan buy on weakness untuk saham ISAT. “Buy on weakness pada area 6.400 memungkinkan,” ujar dia.

Selama sepekan pada periode 13-17 September 2021, saham ISAT sudah naik 3,37 persen ke posisi Rp 6.900 per saham. Saham ISAT berada di posisi tertinggi Rp 7.675 dan terendah Rp 6.500 per saham. Total volume perdagangan 36.222.600. Nilai transaksi Rp 255 miliar dan frekuensi perdagangan 17.134.

Saham ISAT menguat 0,75 persen ke posisi 6.725 per saham. pada 13 September 2021. Penguatan saham ISAT berlanjut pada 14 September 2021 ke posisi Rp 6.975 per saham. Pada 15 September 2021, saham Indosat naik 0,36 persen ke posisi Rp 7.000 per saham. Saham ISAT melambung 1,79 persen ke posisi Rp 7.125 per saham.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Indosat Bakal Gelar RUPSLB

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

PT Indosat Tbk, Hutchison, CK Hutchison Holdings Limited, CK Hutchison Indonesia Telecom Holdings dan Ooredoo SEA teken perjanjian penggabungan usaha bersyarat pada 16 September 2021 terkait penggabungan usaha Indosat dan Hutchison.

Adapun Perusahaan hasil merger ini diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). 

Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), pada rancangan penggabungan menyebutkan, penggabungan usaha antara Indosat dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) merupakan penggabungan antara dua perseroan terbatas untuk membentuk perusahaan penerima penggabungan yang menimbulkan efisiensi operasional, ekonomi dan pengurangan biaya.

Adapun Indosat akan menjadi perusahaan penerima penggabungan. H3I akan bubar demi hukum setelah penyelesaian penggabungan.

Penggabungan usaha ini akan efektif pada 1 Desember 2021 kecuali ditangguhkan oleh Indosat karena keterlambatan izin OJK atau persetujuan peraturan lainnya.

PT Indosat Tbk akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB)  pada 22 November 2021 terkait rancangan penggabungan usaha antara H3I dan Indosat.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya