Ekspansi di Sistem Penyediaan Air Minum, Wika Kucurkan Modal Rp 402 Miliar ke WTJJ

Oleh Agustina Melani pada 18 Sep 2021, 14:24 WIB
Diperbarui 18 Sep 2021, 14:53 WIB
Logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).
Perbesar
Logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan menyuntikkan dana Rp 402,03 miliar kepada PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ). Hal ini untuk memenuhi kewajiban belanja modal atau capital expenditure (capex) dan tambahan setoran modal.

Mengutip keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (18/9/2021), PT Wijaya Karya Tbk menyatakan, kesepakatan oleh para pemegang saham WTJJ untuk pemenuhan kewajiban capex tersebut berdasarkan keputusan sirkuler Para Pemegang Saham WTJJ No. KLR-DIR/WTJJ.00003/2021 pada 23 Agustus 2021. Sumber dana tersebut berasal dari PMN sebesar Rp 402 miliar dan kas sebesar Rp 30 juta.

Kemudian berdasarkan surat Kementerian BUMN Nomor S-626/MBU/08/2021 tertanggal 25 Agustus 2021 perihal Persetujuan Tambahan Setoran Modal dan Perubahan Struktur Permodalan pada PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur/"PT WTJJ" dan Surat Dewan Komisaris Nomor 68/DK/WIKA/2021 tertanggal 30 Agustus 2021 perihal Persetujuan Tambahan Setoran Modal dan Perubahan Struktur Permodalan pada PT WIKA Tirta Jaya Jatilihur, telah disetujui rencana melakukan penambahan setoran modal ke WTJJ oleh Perseroan sebesar Rp 402,03 miliar.

Seiring rencana perubahan persentase saham perseroan pada WTJJ dari 30 persen menjadi 80 persen melalui peningkatan modal disetor hal ini disepakati dalam perjanjian pemegang saham WTJJ pada 15 Januari 2021.

Wijaya Karya mengambil bagian atas porsi kepemilikan saham perseroan di WTJJ sebesar 30 persen atau sebesar Rp 21 miliar dan sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham WTJJ lainnya, ditawarkan kepada perseroan.

Atas penawaran itu, perseroan menyatakan berminat untuk mengambil sisa bagian saham sebesar Rp 10,40 miliar untuk mengubah komposisi kepemilikan saham WIKA di WTJJ menjadi 80 persen sehingga perseroan akan menjadi pemegang saham pengendali WTJJ.

Sedangkan pemegang saham WTJJ lainnya yaitu PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk akan terdilusi dari 60 persen saham menjadi 17,44 persen dan PT Tirta Gemah Ripah (TGR) akan terdilusi dari 10 persen menjadi 2,56 persen.

Perseroan akan menyetor modal kepada WTJJ sebesar Rp 31,40 miliar yang akan diambil dari konversi uang muka setoran modal tersebut. Setelah pelaksanaan konversi dari uang muka setoran modal Rp 31,40 miliar, sisa uang muka setoran modal perseroan di WTJJ Rp 370,63 miliar. Selanjutnya sisa uang muka setoran modal akan dilakukan setoran modal berdasarkan permintaan WTJJ melalui konversi.

Adapun manfaat dari rencana transaksi antara lain perseroan dapat mengembangkan usaha di bidang sistem penyediaan air minum (SPAM) melalui WTJJ, perseroan akan menjadi pemegang saham pengendali di WTJJ.

"Meningkatkan kinerja keuangan perseroan yang akhirnya dapat menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus memberikan dividen bagi pemegang saham,” tulis perseroan.

Transaksi tersebut pun mendapatkan kesimpulan wajar dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (KJPP ISR) yang bertindak penilai independen.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gerak Saham WIKA

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan Jumat, 18 September 2021, saham WIKA naik 1,39 persen ke posisi Rp 1.095 per saham. Saham WIKA dibuka stagnan Rp 1.080 per saham.

Saham WIKA berada di level tertinggi Rp 1.140 dan terendah Rp 1.075 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.802 kali dengan volume perdagangan 957.849. Nilai transaksi Rp 106,1 miliar.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya