Melihat Prospek Sektor Saham Telekomunikasi Usai Merger Indosat-Tri

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 18 Sep 2021, 11:15 WIB
Diperbarui 18 Sep 2021, 11:15 WIB
Indosat Ooredoo
Perbesar
Ilustrasi: BTS Indosat Ooredoo (Foto: Indosat Ooredoo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Indosat Tbk, Hutchison, CK Hutchison Holdings Limited, CK Hutchison Indonesia Telecom Holdings dan Ooredoo SEA teken perjanjian penggabungan usaha bersyarat pada 16 September 2021 terkait penggabungan usaha Indosat dan Hutchison.

Adapun Perusahaan hasil merger ini diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Menyusul kabar tersebut, saham Indosat (ISAT) merosot 225 poin atau 3,16 persen ke level Rp 6.900 pada perdagangan Jumat, 16 September 2021.

Merujuk riset Samuel Sekuritas, merger ini akan memperkuat posisi Indosat sebagai operator telekomunikasi terbesar ke-2 di Indonesia. Dari penggabungan ini, perkiraan pendapatan tahunan akan mencapai USD 3 miliar atau sekitar Rp 42 triliun, dengan EBITDA mencapai USD 1,1 miliar.

Gabungan subscribers atau pelanggan pada semester I 2021 yang mencapai 104,3 juta (ISAT 60,3 juta dan Hutch 3,4 juta), mendekati TLKM (169 juta) dan semakin menjauhi EXCL (56,7 juta).

"Kami meyakini merger ini akan mempermudah langkah ISAT untuk berinvestasi di sektor 5G, serta menambah efisiensi biaya operasional,” tulis riset tersebut, dikutip Sabtu (18/9/2021).

Di sisi lain konsolidasi ini membuat persaingan di industri telekomunikasi lebih longgar, sehingga persaingan tarif mereda, serta memperkuat kondisi keuangan.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penghematan bagi Perseroan

IM3 Ooredoo
Perbesar
Program Kios myIM3 untuk membantu masyarakat memulai usaha di masa pandemi Covid-19 (Foto: Indosat Ooredoo)

Tim analis RHB Sekuritas menjelaskan, penggabungan dua entitas ini mestinya bisa menjadi penghematan bagi perusahaan, dengan infrastruktur yang saling melengkapi.

Kombinasi dari aset-aset ini juga harus memungkinkan perusahaan yang digabungkan untuk mendapatkan keuntungan dari sinergi biaya dan belanja modal. Sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar kepada semua pemangku kepentingan.

"Kami masih overweight di sektor ini, karena merger seharusnya meningkatkan lanskap persaingan,” ungkap tim riset RHB sekuritas.

Kendati kesepakatan itu positif bagi sektor telekomunikasi dalam negeri, saham pilihan RHB Sekuritas dari sektor ini adalah XL Axiata (EXCL) dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya