Hasil Transaksi Pasar Modal 17 September 2021 untuk Donasi Penanganan COVID-19

Oleh Liputan6.com pada 17 Sep 2021, 20:19 WIB
Diperbarui 17 Sep 2021, 20:19 WIB
20151117-Pasar-Modal-Jakarta-AY
Perbesar
Peserta mengikuti cara berinvestasi Mandiri Skuritas di Bursa Efek Jakarta, Selasa (17/11). Mandiri Sekuritas terus mendorong pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia.

Melalui CSR, BEI, KPEI dan KSEI yang tergabung dalam Self- Regulatory Organization (SRO) bertujuan membantu pemulihan akibat COVID-19.

Acara CSR ini meliputi pengumpulan dana, donor darah dan donor plasma konvalesen, sentra vaksinasi massal, serta pemberian bantuan kepada tenaga kesehatan (nakes) dan petugas TPU. Kegiatan ini tidak berpusat di satu tempat saja, melainkan dilakukan di berbagai tempat di Indonesia.

“Rangkaian kegiatan CSR dalam rangka HUT ke-44 pasar modal Indonesia merupakan komitmen BEI, KPEI, KSEI untuk penanggulangan COVID-19 sesuai dengan tema tahun ini yaitu ‘Sinergi Pasar Modal untuk Pemulihan Ekonomi’. Kami berharap pandemi COVID-19 dapat diredam sehingga masyarakat menjadi semakin sehat dan kondisi perekonomian semakin kondusif," kata Direktur KSEI sekaligus Ketua Panitia penyelenggaraan HUT ke-44 pasar modal Indonesia Syafruddin, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

Pada 9 Agustus 2021-15 Agustus 2021 telah berlangsung pengumpulan dana CSR. Dari kegiatan ini terkumpul dana sejumlah Rp 36,2 miliar.

Dana ini bersumber dari pendapatan transaksi pasar modal dan jasa kustodian berjumlah Rp 11,3 miliar serta donasi dari pelaku industri pasar modal sebanyak Rp 24,9 miliar.

Seluruh pendapatan SRO dari transaksi pasar modal Indonesia yang dilakukan investor serta jasa kustodian pada 17 September 2021 akan kembali dikonversi menjadi dana CSR.

Jika asumsi nilai transaksi per tanggal tersebut berada pada kisaran Rp9 triliun sampai dengan Rp15 triliun, dana CSR yang dapat dialokasikan dari pendapatan transaksi pasar modal dan jasa kustodian pada 17 September 2021 berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp8 miliar.

Hasil donasi CSR dari pasar modal digunakan untuk penanggulangan pandemi COVID-19. Pada Jumat, 17 September 2021 yang juga bertepatan dengan Hari Palang Merah Indonesia (PMI), SRO bekerja sama dengan PMI dalam rangakain kegiatan CSR berupa donor darah dan donor plasma konvalesen.

Acara ini dilakukan serentak di DKI Jakarta, Banjarmasin, Batam, Bengkulu, Kediri, Kendari, Makassar, Malang, Mataram, Semarang, Surabaya serta Pangkal Pinang.

Ditargetkan dapat menarik hampir 10.000 orang penderma darah sehingga harapannya mencukupi permintaan rumah sakit dan sebagai persediaan PMI.

Mengingat kebutuhan donor darah dan donor plasma konvalesen cukup meningkat selama COVID-19, sedangkan persediaan darah sangat terbatas. Donor darah dan donor konvalesen sudah dimulai sejak 13 September 2021 di beberapa kota.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Adakan Sentra Vaksinasi

Ilustrasi sedang divaksinasi (unsplash)
Perbesar
Ilustrasi sedang divaksinasi (unsplash)

Salah satu rangakain program CSR yakni sentra vaksinasi yang dilakukan di Jakarta dan di Mataram. Sentara vaksinasi di Jakarta berlangsung dari 21-26 Juni 2021 dengan jumlah peserta sekitar empat ribu orang.

Sementara sentra vaksinasi di Mataram dilaksanakan hingga awal September 2021, sebanyak 2.400 orang tercatat telah divaksinasi. Tidak puas sampai disitu saja, SRO menggaet OJK dan dinas kesehatan setempat untuk melakukan penyelenggaraan sentta vaksinasi di luar Jakarta.

Rencananya program sentra vaksinasi terdekat akan dilaksanakan di dua kota wilayah Jawa Timur, yaitu Surabaya dengan target dua ribu peserta, dan Gresik dengan target 51 ribu peserta. Berlangsung mulai 27 September 2021.

Pengadaan Alat Kesehatan

Dukungan SRO untuk memulihkan situasi pasca-pendemi tidak hanya sampai di situ. Dari dana donasi yang melimpah, SRO berusaha memaksimalkannya. Diputuskanlah pembelian alat-alat medis yang paling dibutuhkan rumah sakit di masa pandemi ini.

SRO mendistribusikan sebagian oxygen concentrator kepada Pusat Analisis Determinan Kesehatan (PADK) Kemenkes RI dengan nilai Rp1 miliar. Bantuan lain yang telah diberikan kepada PADK Kemenkes RI untuk perlengkapan Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) adalah berupa sepuluh ribu unit oximeter senilai Rp556 juta.

SRO juga telah berupaya membantu penyediaan peralatan kesehatan kepada RSUD dan puskesmas di berbagai provinsi.

Bantuan Bagi Nakes dan Petugas Pemakaman

Tenaga kesehatan dan Petugas Tempat Pemakaman Umum (TPU) tidak luput dari perhatian SRO. Kedua profesi inilah yang paling merasakan imbas dari pandemi COVID-19. SRO memberikan santunan sebesar Rp12 juta untuk masing-masing ahli waris nakes.

Hingga pertengahan Agustus 2021, pemberian santunan telah direalisasikan kepada 32 keluarga nakes. Tahapan selanjutnya, 23 keluarga nakes tengah dalam proses verifikasi dengan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu, bantuan kepada petugas TPU berupa penyediaan makanan dan vitamin telah dilaksanakan sejak pertengahan Agustus 2021. Bantuan sebesar lebih dari Rp100 juta diberikan kepada seratus petugas TPU Rorotan, Jakarta Utara, lima puluh petugas di TPU Pendurenan, Jakarta Selatan, dan petugas TPU di Kupang dan Batam. 

 

Reporter: Ayesha Puri

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya