Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura Tembus Rp 15,8 Triliun, Saham Kecipratan 31 Persen

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 16 Sep 2021, 19:06 WIB
Diperbarui 16 Sep 2021, 19:06 WIB
Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin
Perbesar
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pembiayaan atau penyertaan modal ventura oleh Perusahaan Modal Ventura (PMV) mengalami tren peningkatan sebesar 28,85 persen yoy hingga Juni 2021. Peningkatan itu menjadi Rp 15,88 triliun dibandingkan periode Juni 2020 sebesar Rp 12,72 triliun

Direktur Pengawasan Lembaga Pembiayaan OJK IKNB, Yustianus Dapot Togar menuturkan, komposisi pembiayaan atau penyertaan modal ventura didominasi oleh pembiayaan usaha produktif sebesar Rp 10,18 triliun atau 64,12 persen dari total penyertaan modal.

Diikuti oleh penyertaan saham sebesar Rp 4,98 triliun atau 31,39 persen. Sisanya sebesar 4,46 persen diberikan melalui oblihasi konversi sebesar Rp 709 miliar dan surat utang startup sebesar Rp 4 miliar.

"Pembiayaan atau penyertaan saham per Juni 2021 meningkat Rp 2,5 triliun atau tumbuh 24,85 persen yoy, dengan pertumbuhan signifikan pada kegiatan usaha penyertaan saham 93,63 persen," ujar dia dalam Webinar AMVESINDO “Perjalanan Startup Menuju IPO”, Kamis (16/9/2021).

Ia menambahkan, seiring dengan penegakan kepatuhan atas komposisi penyertaan saham dan penyertaan melalui obligasi konversi minimal 15 persen terhadap total kegiatan usaha modal ventura.

Adapun sumber pendanaan PMV berasal dari pinjaman bank, IKNB, dan Badan Usaha per Juni 2021 sebesar Rp 7.221 triliun atau meningkat 74,76 persen yoy.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penyaluran Pembiayaan

Yustinus menambahkan, investasi dan pembiayaan mayoritas disalurkan pada sektor ekonomi perdagangan, restoran, dan hotel sebesar 55 persen. Diikuiti sektor ekonomi jasa perlindungan bbisnis sebesar Rp 17, persen, dan sektor ekonomi konstruksi sebesar 8 persen.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya