Bursa Saham Asia Kembali Bervariasi Setelah Rilis Data Inflasi AS

Oleh Dian Tami Kosasih pada 15 Sep 2021, 08:21 WIB
Diperbarui 15 Sep 2021, 08:21 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Akibat peluncuran rudal Korea Utara yang mendarat di perairan Pasifik saham Asia menglami penurunan. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Rabu pagi (15/9/2021) mengikuti bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang melemah.

Di Jepang, indeks Nikkei melemah 0,57 persen. Sementara itu, indeks Topix tergelincir 0,83 persen. Indeks Korea Selatan Kospi naik 0,11 persen. Di Australia, indeks ASX 200 susut 0,42 persen.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 0,08 persen. Data ekonomi China seperti penjualan ritel dan produksi industri pada Agustus akan rilis pada Rabu pagi, 15 September 2021. Demikian dilansir dari CNBC, Rabu (15/9/2021).

Di wall street, indeks Dow Jones melemah 292,06 poin ke posisi 34.577,57. Indeks S&P 500 tergelincir 0,57 persen menjadi 4.443,05. Indeks Nasdaq susut 0,45 persen ke posisi 15.037,76. Wall street melemah setelah rilis data inflasi AS cenderung lebih lemah dari yang diharapkan.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Indeks Dolar AS

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Indeks dolar AS diperdagangkan di kisaran 92,67, realisasi ini turun dibandingkan posisi sebelumnya 92,7. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 109,67 per dolar AS.

Harga minyak pada jam perdagangan di Asia cenderung menguat. Harga minyak Brent berjnagka naik 0,43 persen menjadi USD 73,92 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat melonjak 0,51 persen menjadi USD 70,82 per barel.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya