Komitmen Dharma Satya Nusantara Terapkan ESG

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 07 Sep 2021, 16:57 WIB
Diperbarui 07 Sep 2021, 17:33 WIB
Paparan publik PT Dharma Satya Nusantara Tbk pada Selasa, (7/9/2021). (Dok: Liputan6.com/Pipit I.Ramadhani)
Perbesar
Paparan publik PT Dharma Satya Nusantara Tbk pada Selasa, (7/9/2021). (Dok: Liputan6.com/Pipit I.Ramadhani)

Liputan6.com, Jakarta - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menegaskan komitmennya untuk menjadi perusahaan kelapa sawit di Indonesia yang terdepan dan paling siap dalam penerapan ESG.

Komitmen DSNG tersebut diwujudkan melalui langkah-langkah strategis sebagai bagian dari sustainability journey DSNG. Antara lain penggunaan bahan bakar organik dan ramah lingkungan yang berasal dari limbah, pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengurangan bahan bakar fosil dan kimia.

Direktur Utama Dharma Satya Nusantara, Andrianto Oetomo mengatakan, komitmen tersebut juga tercermin dari posisi Perseroan yang masuk dalam Indeks hijau Sri-Kehati. Untuk level internasional, Perseroan juga dinilai oleh POTT. Yakni lembaga independen yang bernaung di bawah Zoological Society of London (ZSL).

“Untuk tataran domestik kita termasuk dalam indek SRI-KEHATI. Kemudian secara internasional kita juga dinilai oleh SPOTT, dan tahun lalu di 2020 kita ranking 16 di dunia. Kita yang tertinggi untuk Indonesia,” ujar dia.

Berbekal komitmen ini, Andrianto mengaku moratorium sawit tidak berdampak pada Perseroan. Ia menegaskan, PErseroan selama ini telah menjalankan aturan-aturan yang berlaku baik secara nasional maupun internasional.

"Jadi kita selalu memperhatikan High Carbon Stock (HCS) area, High Conservation Value (HCV) area, dan itu mengikuti kepada aturan Indonesia dan aturan internasional,” kata dia.

Untuk mendukung penerapan praktik-praktik keberlanjutan, DSNG juga telah membentuk Sustainability Advisory Board (SAB), yakni dewan yang beranggotakan para personil yang ahli di bidang keberlanjutan guna memberikan masukan terhadap pelaksanaan program-program keberlanjutan.

Inisiatif keberlanjutan yang dilakukan DSNG tersebut selama ini telah terbukti memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Misalnya inisiatif pada pilar sosial yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, penyediaan fasilitas sosial dan pendidikan serta pengembangan perkebunan plasma.

Inisiatif-inisiatif tersebut telah meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat di sekitar lokasi perkebunan. Sehingga memungkinkan proses produksi berjalan lancar tanpa gangguan sosial.

“Hal ini tercermin pada tingkat Free Fatty Acid atau FFA yang selalu rendah di bawah 3 persen sehingga memberikan tambahan pendapatan premium sebesar 1 persen hingga 2 persen dari harga jual pasar,” ujarnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pilar Lingkungan

Sedangkan dari pilar lingkungan, DSNG telah menjalankan berbagai inisiatif yang terbukti menurunkan  biaya ataupun meningkatkan pendapatan.

Setiap proyek Bio-CNG dengan kapasitas 60 ton TBS per jam mampu mengurangi penggunaan solar sebanyak dua juta liter per tahun. Demikian pula proyek instalasi  solar panel pada pabrik Engineered Flooring akan mengurangi listrik PLN sebanyak 2,4 juta Kwh per tahun.

"Proyek Biomas, baik yang berupa cangkang kelapa sawit maupun biomas lainnya, menciptakan sumber pendapatan baru bagi DSNG. Demikian pula sertifikasi hijau atas produk-produk kelapa sawit maupun  produk kayu telah memberikan tambahan premi atas pendapatan penjualan sebesar 2-3 persen dari total revenue setiap tahunnya,” beber Andrianto.

Sementara dari pilar ekonomi, penerapan aspek transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik dalam  menjalankan kegiatan usaha, telah memberikan manfaat nyata bagi DSNG dalam bentuk akses sumber  pendanaan yang lebih luas. Baik pasar maupun lembaga keuangan, saham menjadi lebih likuid,  meningkatkan reputasi perusahaan serta menarik talent karyawan baru.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya