Wall Street Menghijau, Indeks S&P 500 Cetak Rekor Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Oleh Agustina Melani pada 06 Agu 2021, 06:16 WIB
Diperbarui 06 Agu 2021, 06:16 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Kamis, 5 Agustus 2021. Indeks S&P 500 kembali cetak rekor baru seiring saham energi dan perjalanan bangkit jelang laporan data tenaga kerja.

Pada penutupan perdagangan wall street,indeks Dow Jones naik 271,58 poin atau dekati 0,8 persen ke posisi 35.064,25. Indeks S7P 500 menguat 0,6 persen menjadi 4.429,10 dan sentuh rekor tertinggi baru. Indeks Nasdaq menanjak 0,8 persen ke posisi 14.895,12.

Klaim pengangguran mingguan di AS tercatat 385.000 yang diumumkan pada Kamis, 5 Agustus 2021 sesuai harapan. Data klaim pengangguranadalah pembacaan terakhir sebelum laporan data tenaga kerja utama pada Juli yang akan dirilis Jumat pagi waktu setempat.

Ada berbagai perkiraan dari para ekonom tentap apa yang akan ditunjukkan oleh laporan tersebut, dan beberapa metrik untuk kenaikan lapangan kerja mengecewakan meski tingkat pembukaan pekerjaan dilaporkan tinggi.

Mengutip CNBC, Jumat (6/8/2021), laporan data tenaga kerja diharapkan menjadi titik utama data bagi the Federal Reserve atau bank sentral AS karena mempertimbangkan kapan harus mengetatkan kebijakan moneter.

"Itu akan menjadi peristiwa besar minggu ini karena memiliki banyak implikasi langsung terhadap apa yang akan dilakukan The Fed. Pembacaan besok dan September sangat penting bagi pembuat kebijakan untuk memutuskan pengurangan, waktu dan kecepatannya,” ujar Investment Strategist Edward Jones, Angelo Kourkafas.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Menanti Rilis Data Tenaga Kerja AS

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Hasil survei penggajian swasta ADP yang dirilis Rabu, 4 Agustus 2021 menunjukkan kenaikan 330.000 pekerjaan untuk Juli 2021, jauh di bawah perkiraan konsensus 653.000.

Kourkafas menuturkan, kesalahan ADP menunjukkan ada risiko penurunan pada laporan Jumat. Ekonom memperkirakaan pembacaan data tenaga kerja akan menunjukkan Amerika Serikat menambahkan 845.000 dalam non-farm payrolss pada Juli, hampir sama dengan bulan sebelumnya, menurut perkiraan Dow Jones.

Saham perjalanan termasuk maskapai melambung pada Kamis, 5 Agustus 2021 setelah berjuang selama seminggu terakhir di tengah penyebaran varian delta COVID-19. Saham American Airlines naik 7,5 persen. Sementara itu, saham kasino Caesars Entertainment melompat 6,4 persen.

“Sangat menyenangkan memiliki hari di mana kita melihat rebound dalam pembukaan kembali dan perjalanan,” ujar Chief Investment Strategist Hightower Advisors, Stephanie Link.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Musim Laporan Keuangan

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Saham energi juga berkinerja baik. Saham ConocoPhilips naik 1,8 persen. Saham Chevron mendaki 0,9 persen. Imbal hasil surat berharga AS bertenor 10 tahun mencapai 1,2 persen pada Kamis sehingga melanjutkan perdagangan yang bergejolak. Imbal hasil obligasi AS tersebut sempat turun di bawah 1,13 persen pada Rabu, 4 Agustus 2021.

Saham Roku turun sekitar 4 persen setelah perusahaan mengeluarkan hasil kuartalan pada Rabu dan melaporkan perlambatan dalam menonton tv streaming. Saham Etsy susut 9,7 persen setelah perusahaan memberikan panduan untuk kuartal saat ini.

Namun, musim pendapatan telah kuat secara keseluruhan. Goldman Sachs menaikkan target akhir tahun untuk indeks S&P 500 menjadi 4.700. Saham Robinhood melonjak 50 persen setelah IPO, berbalik arah melemah. Saham Robinhood susut lebih dari 27 persen.

Pada pekan ini, indeks Dow Jones naik hampir 0,4 persen. Indeks S&P 500 menguat 0,8 persen. Indeks Nasdaq bertambah 1,5 persen. Indeks Russell 2000 menguat 0,4 persen pada pekan ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya