Kilas Balik Perjalanan Cheetos Cs Setelah 30 Tahun Jadi Camilan Nongkrong di RI

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 06 Agu 2021, 07:20 WIB
Diperbarui 07 Agu 2021, 13:28 WIB
Lays
Perbesar
Keripik kentang Lays. (dok. Instagram @laysindonesia/https://www.instagram.com/p/B8a_BgHh12s/)

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah membeli seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang dimiliki oleh Fritolay Netherlands Holding B.V. senilai Rp 494 miliar.

Jumlah tersebut setara dengan 49 persen dari total saham yang diterbitkan oleh IFL. Transaksi tersebut dilakukan pada 17 Februari 2021. menjadikan total kepemilikan saham ICBP di perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur menjadi 99,99 persen.

Dengan begitu, baik Fritolay, PepsiCo maupun pihak afiliasi lainnya dilarang memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia. IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan Pepsico dengan masa transisi 6 bulan, terhitung sejak tanggal transaksi.

"IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan Pepsico dan saat ini ada masa transisi 6 bulan terhitung sejak 17 Feb 2021. Perusahaan berubah nama menjadi PT Indofood Fortuna Makmur. Dan setelah 18 Agustus, akan menghentikan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produk-produk makanan ringan dengan merek milik PepsiCo di Indonesia,” ujar General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur Tbk Stefanus Indrayana kepada Liputan6.com, ditulis Jumat (6/8/2021).

Hal tersebut telah disampaikan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI). IFL akan akhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo setelah IFL menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dengan merek milik PepsiCo yang harus sudah diselesaikan dalam waktu enam bulan dari sejak tanggal dilakukannya transaksi.

"Fritolay, PepsiCo dan pihak afiliasi lain tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama tiga tahun dari sejak berakhirnya masa transisi,” tulis perseroan.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kerja Sama Sejak 1990

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

IFL merupakan divisi makan ringan milik ICBP. Sejarah kerja sama ICBP dengan PepsiCo dimulai sejak 30 tahun lalu, atau sekitar 1990an.

Saat itu, perseroan mengembangkan kegiatan usaha ke sektor makanan ringan, dengan menggandeng Fritolay Netherlands Holding BC yang merupakan afiliasi PepsiCo.

"PepsiCo telah menyetujui penjualan saham minoritas kami di PT Indofood Fritolay Makmur (IFL), yang merupakan perusahaan joint venture makanan ringan, kepada mitra usaha kami, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., menyelesaikan hubungan kemitraan yang telah berjalan dengan sukses selama 30 tahun," dikutip dari keterangan resmi PepsiCo.

Adapun produk-produk makanan yang diproduksi oleh perusahaan patungan ini meliputi makanan ringan modern dan tradisional yang dimodernisasi dengan bahan dasar kentang, ubi ungu, singkong, jagung dan tempe hingga produk extruded snack.

Produknya dipasarkan dengan merek Chitato, Lay's, Qtela, Doritos, Cheetos, Jetz dan Chiki. Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur Gideon A. Putro memastikan aksi korporasi ini tidak akan berdampak pada operasional, keuangan, dan hukum terhadap ICBP maupun IFL.

"Selama tiga tahun dari sejak berakhirnya masa transisi tidak akan ada kompetisi produk makanan ringan dari Fritolay, PepsiCo dan pihak afiliasinya di Indonesia,” kata dia.

Gideon menambahkan, selain mengembangkan produk makanan ringan yang telah ada dan dikenal oleh masyarakat, IFL akan terus menerapkan strategi penjualan dan pemasaran yang terintegrasi serta terus berinovasi untuk mengembangkan rasa dan produk baru.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya