Kalbe Farma Serap Belanja Modal Rp 235 Miliar pada Semester I 2021

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 05 Agu 2021, 21:39 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 21:39 WIB
FOTO: Jelang Tutup, Nilai Perdagangan Saham Lebih dari Rp 7,7 Triliun
Perbesar
Pialang memantau jalannya perdagangan saham di galeri Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Sembilan sektor tercatat berkinerja baik dipimpin sektor finance yang melonjak 3,76 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure sebesar Rp 235 miliar hingga semester I 2021. Serapan tersebut setara 23,5 persen dari total belanja modal yang disiapkan Perseroan untuk tahun ini sebesar Rp 1 triliun.

"Sampai 30 Juni 2021, belanja modal Kalbe mencapai Rp 235 miliar," papar Corporate Finance Accounting PT Kalbe Farma, Kartika Setiabudy dalam webinar Mandiri Sekuritas, Kamis (5/8/2021).

Secara historis, dalam lima tahun terakhir belanja modal Perseroan paling banyak pada 2019 mencapai Rp 1,73 triliun. Kartika menjelaskan, belanja modal kala itu dialokasikan untuk penyelesaian sejumlah pabrik baru Perseroan. Sehingga Untuk tahun-tahun ke depannya belanja modal lebih difokuskan untuk pemeliharaan.

"2019 menyelesaikan beberapa pembangunan pabrik baru. Baik untuk produk konsumen juga untuk obat bebas. dilengkapi juga dengan fasilitas gudang. Ke depannya kita sudah siap, fasilitas sudah lengkap, kita tinggal nikmati investasi ini,” kata dia.

Selain itu, Perseroan juga mengalokasikan sebagian belanja modal untuk kebutuhan IT. Sejalan dengan tren digitalisasi yang saat ini terjadi. Adapun belanja modal tahun ini relatif sama dengan tahun lalu yang sebesar Rp 927 miliar.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Belanja Modal Kalbe Farma dan Gerak Saham

20160331- Festival Pasar Modal Syariah 2016-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Sebuah layar tentang tabel saham dipajang saat Festival Pasar Modal Syariah 2016, Jakarta, Kamis (31/3). Pertumbuhan pangsa pasar saham syariah lebih dominan dibandingkan dengan nonsyariah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius menyatakan kisaran besaran capex ini akan berlanjut hingga 2023. Vidjongtius menuturkan, tujuan capex ini untuk menyelesaikan infrastruktur perusahaan yang sedang berjalan. Baik berupa bangunan maupun teknologi sebagai prasarananya.

"Tujuan capex untuk menyelesaikan pabrik yang sedang berjalan dan distribusi serta infrastruktur teknologi informasi,” kata dia.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 5 Agustus 2021, saham KLBF turun 0,77 persen ke posisi Rp 1.295 per saham. Saham KLBF dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.310 per saham. Saham KLBF berada di level tertinggi Rp 1.345 dan terendah Rp 1.290 per saham.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya