Menanti Data Ekonomi China, Bursa Saham Asia Beragam

Oleh Dian Tami Kosasih pada 04 Agu 2021, 09:04 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 09:04 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Akibat peluncuran rudal Korea Utara yang mendarat di perairan Pasifik saham Asia menglami penurunan. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Rabu pagi (4/8/2021). Investor mencermati rilis data survei aktivitas sektor jasa di China pada Juli 2021.

Di bursa saham Asia, indeks Nikkei 225 melemah 0,18 persen pada awal sesi perdagangan saham. Indeks Topix tergelincir 0,14 persen. Indeks Korea Selatan Kospi menguat 0,25 persen. Indeks Australia ASX200 naik 0,25 persen.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,16 persen. Dari sisi data ekonomi, ada rilis indeks Caixin/Markit services Purchasing Managers pada Juli 2021. Demikian dilansir dari CNBC, Rabu pekan ini

Di wall street, indeks S&P 500 menguat 0,82 persen ke posisi 4.423,15. Sementara itu, indeks Dow Jones melompat 278,24 poin ke posisi 35.116,40. Indeks Nasdaq bertambah 0,55 persen ke posisi 14.761,30.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Indeks Dolar AS

Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Indeks dolar AS berada di posisi 92,03 dari posisi sebelumnya di bawah 92 pada awal pekan ini. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 108,98 per dolar AS.

Harga minyak melemah pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak Brent berjangka ditransaksikan di kisaran US 72,42 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat melemah 0,13 persen ke posisi USD 70,47 per barel.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya