Induk Usaha Kredivo Bakal Catatkan Saham di Amerika Serikat Melalui SPAC

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 03 Agu 2021, 18:34 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 18:34 WIB
Umang Rustagi, Akshay Garg, Alie Tan selaku Founder Team dari Kredivo. (Dok: Kredivo)
Perbesar
Umang Rustagi, Akshay Garg, Alie Tan selaku Founder Team dari Kredivo. (Dok: Kredivo)

Liputan6.com, Jakarta - FinAccel, perusahaan induk Kredivo mengumumkan rencana melantai di Bursa Saham Amerika Serikat (AS) lewat Special Purpose Acquisition Company (SPAC), dengan VPC Impact Acquisition Holdings II (NASDAQ: VPCB) sebagai Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yang didukung oleh Victory Park Capital (VPC).

Perusahaan-perusahaan tersebut telah memasuki tahap perjanjian definitif untuk penggabungan bisnis, yang akan membawa FinAccel menjadi perusahaan publik.

Pada akhir penyelesaian transaksi, perusahaan gabungan ini diperkirakan memiliki valuasi ekuitas pro-forma sekitar USD 2,5 miliar, dengan asumsi tidak ada penebusan.

Transaksi ini juga diharapkan akan menghasilkan lebih dari USD 430 juta atau sekitar Rp 61,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.328 per dolar AS) dalam bentuk tunai pada neraca keuangan perusahaan gabungan.

Usulan penggabungan perusahaan telah disetujui secara penuh oleh masing-masing dewan direksi dari Kredivo dan VPCB, dan tunduk pada persetujuan dari pemegang saham VPCB, persetujuan regulator, dan sejumlah ketentuan penutup lainnya. Penggabungan perusahaan ini direncanakan selesai paling lambat pada kuartal pertama 2022.

"Pencatatan saham publik ini akan memperkuat posisi Kredivo, baik pertumbuhan bisnis di Indonesia, ekspansi ke pasar regional, maupun pengembangan lini bisnis baru," ujar Co-Founder dan CEO FinAccel, Akshay Garg dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Selasa (3/8/2021).

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kredit Ritel

Kredivo Luncurkan Produk Pinjaman Tunai
Perbesar
Seorang pengguna mencoba aplikasi Kredivo dalam acara peluncuran Kredivo produk pinjaman tunai di Jakarta, Selasa (4/12). Dua jenis pinjaman ini bunganya hanya sebesar 2,95 persen. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebagai platform Buy Now Pay Later terdepan di Indonesia dengan wallet share setidaknya 50 persen di mayoritas merchant e-commerce di Indonesia, Kredivo telah membangun kredibilitas yang kuat di industri pembiayaan berbasis point-of-sales yang tumbuh dengan cepat di Indonesia.

Tidak seperti pasar di negara Barat dengan ketersediaan akses kredit yang luas, penyaluran kredit ritel oleh bank-bank konvensional di Asia Tenggara masih terbilang rendah.

Hal ini menjadi kesempatan besar bagi Kredivo untuk memenuhi berbagai kebutuhan kredit seperti pinjaman tunai, serta merealisasikan visi kami untuk mendorong akses kredit yang cepat, terjangkau dan mudah diakses kepada puluhan juta konsumen di Asia Tenggara.

"Mengingat sebesar 66 persen populasi Asia Tenggara masih dalam kategori belum mendapatkan atau minim akses ke layanan perbankan, kami juga melihat kesempatan yang luar biasa untuk melayani konsumen dengan beragam kebutuhan keuangan non-kredit,” ujar Garg.

Ia mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan dukungan dan kepercayaan yang tak henti dari para investor terhadap visi dan strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan. Kredivo juga telah beroperasi dalam industri e-commerce yang bertumbuh cepat (lebih dari 20 persen per tahunnya) dengan potensi Net Merchandise Value (NMV) sebesar USD 145 miliar pada 2025.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gandeng VPC

Ilustrasi kredivo (Dok: Kredivo)
Perbesar
Ilustrasi kredivo (Dok: Kredivo)

Sementara Victory Park Capital (VPC), firma investasi global yang bermarkas di Chicago, Amerika Serikat, memiliki rekam jejak yang panjang dalam pengelolaan transaksi pembiayaan modal maupun pembiayaan ekuitas dengan sejumlah perusahan fintech global yang terbesar dan paling inovatif.

Kerja sama yang solid antara VPC dan Kredivo telah lama terjalin. Sebelumnya, VPC menyediakan fasilitas kredit sebesar USD 100 juta kepada Kredivo pada Juli 2020 dan menambahkannya menjadi USD 200 juta pada bulan Juni 2021.

VPC dan beberapa partnernya berinvestasi sekitar USD 30 juta atau sekitar Rp 429,63 miliar ke dalam Private Investment in Public Equity (PIPE) dan berkomitmen untuk memegang saham sponsor yang dimiliki selama dua tahun.

Kecuali, jika dipercepat berdasarkan ukuran kinerja perdagangan rata-rata yang dimulai satu tahun setelah penutupan. VPCB telah menyelesaikan proses IPO (Initial Public Offering) pada Maret 2021 di bursa NASDAQ Amerika Serikat.

"Sejak investasi pertama kami pada tahun 2020, kami terus dibuat kagum oleh pertumbuhan cepat dan juga metrik kredit maupun unit economics Kredivo,” ujar Co-CEO dari VPCB dan Partner dari VPC, Gordon Watson.

Ia menuturkan, Kredivo telah menghadirkan platform yang mengagumkan dan mampu berekspansi ke pasar-pasar baru.

"Kemampuan dari tim manajemen kelas dunia yang dimiliki Kredivo terbukti tidak hanya mampu mengeksekusi strategi bisnisnya, tetapi juga merevolusi industri fintech di Asia Tenggara.

FinAccel sebelumnya telah didukung oleh investor terkemuka seperti Square Peg, Mirae Asset, NAVER, Jungle Ventures, GMO Internet, dan Telkom Indonesia.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya