Perpanjangan PPKM Level 4 Bayangi IHSG, Simak Saham Pilihan Ini

Oleh Agustina Melani pada 03 Agu 2021, 06:44 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 06:45 WIB
Dilanda Corona, IHSG Ditutup Melesat
Perbesar
Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Selasa (3/8/2021). Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di sejumlah wilayah menjadi sentimen IHSG.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG hingga kini masih terlihat betah dalam fase konsolidasi.

Ia mengatakan, fluktuaksi harga komoditas serta nilai tukar rupiah belum berdampak terhadap pola gerak IHSG. Hal ini mengingat sektor riil yang masih melambat. Namun, momentum dari pergerakan yang fluktuaktif di dalam pergerakan IHSG dapat dimanfaatkan bagi investor jangka pendek, menengah dan panjang. IHSG akan bergerak di kisaran 6.001-6.202.

“IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas,” ujar dia dalam catatannya.

Sementara itu, Head of Research PT Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menuturkan, IHSG berpeluang koreksi tipis pada Selasa, 3 Agustus 2021. Namun, level support IHSG masih cukup kuat bertahan di 6.000.

Wawan menilai, kasus COVID-19 masih di atas 30-40 ribu kasus per hari tetapi tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit menurun, sehingga menjadi katalis positif. Meski demikian, PPKM level 4 yang diperpanjang, menurut Wawan akan pengaruhi proyeksi kinerja keuangan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi.

“IHSG tidak akan kemana-mana. Level 6.000 cukup kuat. IHSG ada koreksi tapi sedikit ke 5.950. IHSG menuju 6.200 jika PPKM diangkat,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di posisi 6.000-6.100. Wawan mengatakan, sentimen PPKM level 4 masih menjadi fokus utama. Sedangkan dari sentimen global, Wawan belum ada yang terlalu pengaruhi signifikan.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pelaku pasar untuk tetap mewaspadai level support 6.015.

"Selama IHSG masih bergerak di atas level tersebut, IHSG berpeluang kembali menguat untuk menguji level resistance 6.166,” ujar dia.

Ia prediksi, IHSG bergerak di kisaran support 6.015,5.947 dan resistance 6.166,6.230. Sebelumnya, IHSG bergerak naik 0,44 persen ke posisi 6.096 diikuti dengan munculnya tekanan beli pada Senin, 2 Agustus 2021.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saham Pilihan

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Saham yang dapat dicermati pelaku pasar, Wawan memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Wawan mengatakan, saham BBCA berada di bawah Rp 30.000 menarik untuk dikoleksi. Pada penutupan perdagangan Senin, 2 Agustus 2021, saham BBCA turun 0,17 persen ke posisi Rp 29.800 per saham.

“Saham BCA di bawah Rp 30 ribu itu sudah murah, dan bisa dikoleksi. Kalau PPKM diangkat, saham BCA akan diburu,” kata dia.

Sedangkan saham INDF dan ICBP menjadi pilihan, Wawan melihat laporan keuangan dua emiten yang cukup baik. “Dampak dari PPKM akan terlihat pada kuartal III. Tapi tahun ini akan jauh lebih baik,” kata dia.

William memilih saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (ASII), INDF.

Selain itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Untuk saham pilihan yang dapat dicermati, Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya