Menengok Laju Saham BBCA pada Awal Pekan

Oleh Agustina Melani pada 02 Agu 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 15:26 WIB
IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)/BCA terpantau melemah tipis pada perdagangan Senin (2/8/2021). Sebelumnya BCA akan menggelar stock split atau pemecahan nilai nominal saham pada Jumat, 30 Juli 2021.Langkah ini dilakukan agar saham BBCA makin terjangkau oleh investor ritel.

Mengutip data RTI, saham BBCA turun tipis 0,17 persen ke posisi Rp 29.800 per saham. Saham BBCA naik 450 poin ke posisi Rp 30.300 per saham pada pembukaan perdagangan. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 30.325 dan terendah Rp 29.525 per saham.

Total frekuensi perdagangan 23.436 kali dengan volume perdagangan 262.117. Nilai transaksi harian saham Rp 781,1 miliar.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,44 persen ke posisi 6.096,54. Indeks LQ45 menguat 0,86 persen ke posisi 830,15. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Sebelumnya BCA umumkan akan menggelar stock split dengan rasio 1:5 pada Jumat, 30 Juli 2021. Jumlah saham setelah stock split menjadi 123.275.050.000 saham atau 123,75 miliar saham. Jumlah saham BCA sebelum stock split sebesar 24.665.010.000 atau 24,66 miliar saham.

Setelah stock split, nilai nominal saham BBCA menjadi Rp 12,50. Nilai nominal saham sebelum stock split menjadi Rp 62,50. BCA melakukan stock split untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di BEI.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Rencana Stock Split

20160331- Festival Pasar Modal Syariah 2016-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Sebuah layar tentang tabel saham dipajang saat Festival Pasar Modal Syariah 2016, Jakarta, Kamis (31/3). Pertumbuhan pangsa pasar saham syariah lebih dominan dibandingkan dengan nonsyariah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Langkah stock split ini dilakukan BCA agar harga saham BCA menjadi lebih terjangkau investor ritel termasuk demografi investor muda.

“Sehingga diharapkan akan meningkatkan jumlah pemegang saham perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI.

Stock split ini akan dilaksanakan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku serta ketentuan anggaran dasar perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan.

Oleh karena itu, perseroan berencana meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BCA dan terkait rencana stock split dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 23 September 2021.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya