Kalbe Farma Revisi Target Pertumbuhan Penjualan pada 2021

Oleh Dian Tami Kosasih pada 01 Agu 2021, 13:37 WIB
Diperbarui 01 Agu 2021, 13:37 WIB
kalbe-farma-1a-140212c.jpg
Perbesar
Ilustrasi kalbe farma (foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) merevisi target pertumbuhan penjualan pada 2021. Hal ini seiring kondisi ekonomi yang mulai membaik.

PT Kalbe Farma Tbk merevisi target pertumbuhan penjualan bersih 2021 menjadi 7-10 persen pada 2021. Ini dengan proyeksi partumbuhan laba bersih 7-10 persen. Selain itu, perseroan juga mempertahankan biaya belanja modal Rp 1 triliun.

“Belanja modal akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi,” tulis perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (1/8/2021).

Rasio pembagian dividen dipertahankan pada rasio 45 persen-55 persen, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal.

Perseroan juga melakukan inovasi melalui PT Kalbe Genexine Biologics dengan melakukan kolaborasi riset dan uji klinis dengan pihak ketiga untuk produk Novel di beberapa negara di Asia Tenggara, Australia dan Timur Tengah.

Selain itu, Kalbe Farma juga telah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk melakukan uji klinis fase 2B/3 vaksin Covid-19 – GX-19N. Vaksin ini adalah hasil kolaborasi kerja sama dengan Genexine dari Korea Selatan.

Uji klinis telah mulai dilakukan pada awal Juli 2021 dan diharapkan produk bisa dipasarkan di kuartal keempat tahun ini. Optimisme Perseroan untuk tumbuh, mendorong Perseroan terus konsisten melakukan aktivitas riset dan pengembangan.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Terus Berkolaborasi

Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin
Perbesar
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Melalui sinergi ABGC (Akademisi, Business, Government dan Komunitas), Perseroan terus berkolaborasi menghasilkan produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (hilirisasi produk) dan mampu memberikan kontribusi pada performa bisnis Perseroan.

“Di lain pihak, Perseroan membuka kerja sama dengan berbagai pihak, baik dalam bentuk joint-venture, akusisi atau bentuk kerja sama bisnis lainnya,” tulis perseroan.

Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)  turun 2,7 persen menjadi Rp 1.260 per saham pada penutupan perdagangan Jumat, 30 Juli 2021. Saham KLBF dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 1.305 per saham.

Saham KLBF berada di posisi tertinggi Rp 1.315 dan terendah Rp 1.260 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.609 kali dengan volume perdagangan 494.899. Nilai transaksi Rp 63,7 miliar.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya