Top 3: BCA Bakal Stock Split dengan Rasio 1:5, Ini Alasannya

Oleh Dian Tami Kosasih pada 31 Jul 2021, 11:53 WIB
Diperbarui 31 Jul 2021, 11:54 WIB
Selain pembukaan RDN secara online, BCA juga menyediakan fasilitas monitoring portofolio dana bagi investor melalui fitur info RDN pada BCA Mobile dan Klik BCA secara online.
Perbesar
Selain pembukaan RDN secara online, BCA juga menyediakan fasilitas monitoring portofolio dana bagi investor melalui fitur info RDN pada BCA Mobile dan Klik BCA secara online.

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA akan memecah nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5. Setelah stock split, nilai nominal saham BCA menjadi Rp 12,50.

BCA menggelar stock split untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, perseroan juga ingin saham BCA dapat dijangkau investor ritel termasuk generasi muda.

"Sehingga diharapkan akan meningkatkan jumlah pemegang saham perseroan,” tulis manajemen BCA dalam keterbukaan informasi BEI,  Jumat, 30 Juli 2021.

Artikel alasan BCA gelar stock split saham menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Sabtu (31/7/2021):

1.Alasan BCA Gelar Stock Split Saham

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA akan memecah nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5. Setelah stock split, nilai nominal saham BCA menjadi Rp 12,50.

BCA menggelar stock split untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, perseroan juga ingin saham BCA dapat dijangkau investor ritel termasuk generasi muda.

"Sehingga diharapkan akan meningkatkan jumlah pemegang saham perseroan,” tulis manajemen BCA dalam keterbukaan informasi BEI,  Jumat, 30 Juli 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

2.XL Axiata dan Axiata Bakal Akuisisi 66,03 Persen Saham Link Net

PT Xl Axiata Tbk (EXCL) mengumumkan negosiasi rencana pengambilalihan atau akuisisi saham PT Link Net Tbk (LINK) pada Jumat, 30 Juli 2021.

PT XL Axiata Tbk dan grup Axiata Berhad bersama Asia Link Dewa Pte Ltd (ALD) dan PT First Media Tbk (KLBV) teken term sheet yang belum mengikat (term sheet) untuk mengambilalih sebanyak 1.816.735.484 saham atau 1,81 miliar saham LINK.

Jumlah saham itu sekitar 66,03 persen dari jumlah modal yang disetor dan modal ditempatkan dalam PT Link Net Tbk yang dimiliki Asia Link Dewa Pte Ltd dan PT First Media Tbk. PT XL Axiata Tbk menyatakan pengambilalihan saham LINK ini untuk mengembangkan usaha perseroan ke depan.

Berita selengkapnya baca di sini

3.ASSA Realisasikan Belanja Modal Rp 400 Miliar pada Semester I 2021

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 400 miliar hingga semester I 2021. Belanja modal ini mayoritas digunakan untuk pembelian kendaraan.

"Penggunaan sampai dengan semester I itu Rp 400 miliar lebih. Rp 300 miliar untuk pembelian kendaraan, dan Rp 100 miliar untuk pembelian tanah untuk kegiatan Balai Lelang JBA,"  ujar Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk, Hindra Tanujaya dalam paparan publik usai RUPS & RUPSLB, Jumat (30/7/2021).

Perseroan menyiapkan belanja modal sekitar Rp 1,3 triliun hingga Rp 1,5 triliun dengan alokasi utama untuk pembelian kendaraan baru pada 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya