Pendapatan Adi Sarana Armada Tumbuh 50,4 Persen pada Semester I 2021

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 30 Jul 2021, 19:40 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 19:41 WIB
Deretan mobil yang dilelang oleh JBA Indonesia, salah satu anak usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) (Dok: PT Adi Sarana Armada Tbk)
Perbesar
Deretan mobil yang dilelang oleh JBA Indonesia, salah satu anak usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) (Dok: PT Adi Sarana Armada Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 72,6 miliar  hingga Juni 2021. Pencapaian laba bersih itu naik sebesar 68,9 persen dibandingkan dengan periode sama pada 2020 yaitu sebesar Rp 43 miliar.

Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk, Prodjo Sunarjanto menerangkan, raihan itu berasal dari pendapatan sepanjang semester I-2021 sebesar Rp 2,1 triliun atau naik 50,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 1,4 triliun. Sekitar 46,6 persen berasal dari bisnis delivery express Anteraja.

"Hingga paruh pertama tahun ini, kontribusi terbesar terhadap pendapatan ASSA berasal dari bisnis delivery express Anteraja yang memang pertumbuhannya sangat signifikan dalam satu tahun terakhir,” ujar Prodjo dalam paparan publik, Jumat (30/7/2021)

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2020, Anteraja telah bertumbuh hingga 269,9 persen dengan menyumbang pendapatan sebesar Rp 982,3 miliar atau 46,6 persen dari total pendapatan Adi Sarana Armada.

Kemudian disusul dari bisnis sewa kendaraan mobil penumpang, autopool dan juru mudi dengan kontribusi sebesar 37,7 persen atau mencapai Rp 795,0 miliar, bisnis jual kendaraan bekas sebesar Rp 180,8 miliar, bisnis lelang sebesar Rp 87,5 miliar, dan dari bisnis logistik sebesar Rp 64,5 miliar.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Targetkan Pertumbuhan Minimal 25 Persen

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Di sisi lain, meskipun kondisi ekonomi nasional dan global masih tertekan oleh pandemi COVID-19, Perseroan optimistis masih dapat melanjutkan kinerja positif di tahun ini dengan membidik pertumbuhan pendapatan minimal sebesar 20-25 persen. Dalam rangka mencapai target tersebut, Perseroan berupaya menciptakan peluang di tengah tantangan.

Di antaranya dengan memanfaatkan transformasi digital melalui aplikasi-aplikasi digital serta media sosial untuk menjadi tumpuan Perseroan dan anak usaha agar tetap tumbuh berkelanjutan.

"Kami meyakini e- commerce, fintech, digital payment dan penggunaan teknologi digital akan menjadi mesin pertumbuhan yang baru seiring dengan peningkatan pengguna internet dan smartphone yang didorong dengan perubahan kebiasaan belanja masyarakat ke sistem online,” tambah Prodjo.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Absen Tebar Dividen

Ilustrasi dividen (image by Alexsander-777 from pixabay)
Perbesar
Ilustrasi dividen (image by Alexsander-777 from pixabay)

Sebelumnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) juga memutuskan tidak membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2020. Hal itu telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ASSA.

Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk, Hindra Tanujaya menuturkan, pihaknya memutuskan tidak membagikan dividen karena masih berkonsentrasi untuk mengembangkan bisnis baru terutama Anteraja dan yang berkaitan dengan Anteraja.

Agenda lain RUPS yang mendapatkan persetujuan pemegang saham mengenai penjaminan sebagian besar aset untuk pinjaman kepada bank atau lembaga keuangan lainnya sebesar Rp 1,2 triliun. “Dalam rapat umum pemegang saham kita meminta persetujuan untuk menjaminkan sebagian besar aset sebesar Rp 1,2 triliun,” kata Hindra.

Saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melemah 0,83 persen ke posisi Rp 2.400 per saham pada penutupan perdagangan Jumat, 30 Juli 2021. Saham ASSA dibuka melemah 10 poin ke posisi Rp 2.410 per saham.

Saham ASSA berada di posisi tertinggi Rp 2.450 dan terendah Rp 2.350 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.666 kali. Total volume perdagangan 89.104. Nilai transaksi harian Rp 21,4 miliar.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya