Kresna Graha Investama Incar Pendapatan Rp 13 Triliun pada 2021

Oleh Agustina Melani pada 30 Jul 2021, 08:01 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 08:02 WIB
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) membidik pendapatan Rp 13 triliun pada akhir 2021. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan meningkatkan jumlah titik distribusi digital.

Direktur Utama PT Kresna Graha Investama Tbk, Michael Steven menuturkan,bisnis perseroan sudah mengandalkan teknologi sejak 2017.

Kontribusi dari bisnis digital sudah mencapai 100 persen. Perseroan pun menargetkan pendapatan mencapai Rp 13 triliun. Sejumlah langkah akan dilakukan untuk mencapai target itu, salah satu meningkatkan jumlah titik distribusi digital. Michael mengatakan, titik distribusi digital akan naik sekitar 30-40 persen.

"Kami terus ekspansi meningkatkan jumlah titik distribusi digital kita. 2020 kita punya 218 ribu titik. 2021 bisa dekati di atas 270 ribu titik, perkembangan lumayan, kira-kira 30 persen," ujar dia saat paparan publik virtual ditulis Jumat (30/7/2021).

Selain itu, perseroan juga melakukan aliansi strategis dengan berbagai pihak untuk meningkatkan jaringan dan melihat peluang investasi.

"Perkuat ekosistem kita dan mempunyai network," ujar dia.Perseroan berharap pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga dapat mendukung bisnis ke depan."Mudah-mudahan pandemi mereda, angka herd immunity tercapai, bisnis tambah melejit," ujar dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Belanja Modal

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Untuk belanja modal, Michael menuturkan, belanja modal akan digunakan untuk banyak anak usaha. "Dapat suntikan dari investor baru yang masuk jadi pemegang saham kita. Market cap melambung tinggi, tentu bisa dilihat banyak investor ritel dan institusi, terutama perusahaan didukung ritel," kata dia.

Hingga kuartal I 2021, PT Kresna Graha Investama Tbk mencatat pendapatan Rp 3,27 triliun. Realisasi pendapatan ini naik 21,27 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,70 triliun.

Selain itu, perseroan masih alami rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 55,33 miliar pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 136,08 miliar.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tanggapan Pencabutan SPAB Kresna Sekuritas

20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta
Perbesar
Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Terkait surat persetujuan anggota bursa (SPAB) PT Kresna Sekuritas yang dicabut, Michael menuturkan, hal itu tidak terlalu berdampak terhadap kinerja pendapatan mengingat kontribusi bisnis digital sudah 100 persen.

"Income sekuritas dan jasa aset manajemen kita sudah sangat kecil dibandingkan pendapatan bisnis digital kita," kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya