Bank Mandiri Catat Laba Tumbuh 21,45 Persen Jadi Rp 12,5 Triliun

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 29 Jul 2021, 16:47 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 16:48 WIB
Layanan Perbankan di Masa Libur Idul Fitri
Perbesar
Nasabah melakukan transaksi di cabang Bank Mandiri Pertamina UPMS III, Jakarta, Rabu (28/6). Bank Mandiri memberikan layanan perbankan terbatas kepada nasabah secara bergantian pada musim liburan Idul Fitri 26-30 Juni 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih yang naik 21,45 persen year on year (yoy) menjadi Rp 12,5 triliun hingga akhir Juni 2021.

"Pada triwulan 2 tahun 2021 kinerja Bank Mandiri terus membaik dengan kualitas yang masih terkelola dengan sangat baik,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, dalam konferensi pers virtual kinerja semester I, Kamis (29/7/2021).

Kenaikan laba bersih itu disumbang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 21,50 persen yoy menjadi Rp 35,16 triliun, serta pertumbuhan pendapatan berbasis jasa (fee based income) sebesar 17,27 persen yoy menjadi Rp 15,94 triliun.

Adapun aset Bank Mandiri mencapai Rp 1.580,5 triliun, tumbuh sebesar 16,26 persen yoy. Dari sisi kredit mencapai Rp 1.014,3 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 16,37 persen yoy.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 1.169,2 triliun, tumbuh 19,73 persen yoy dengan CASA sebesar Rp 800,8 triliun, tumbuh 32, 49 persen yoy.

Kualitas kredit terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 3,08 persen atau turun 21 bps yoy. laba bersih mencapai Rp 12,5 triliun tumbuh 21,45 persen yoy.

Dari sisi layanan digital PT Bank Mandiri Tbk, pengguna Livin juga meningkat mencapai 7,8 juta pengguna, naik 44,9 persen yoy dengan transaksi 434,9 juta kali 64,6 persen.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gerak Saham BMRI

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan Kamis, 29 Juli 2021, saham BMRI turun 2,54 persen ke posisi Rp 5.750 per saham. Saham BMRI dibuka stagnan di posisi Rp 5.900 per saham.

Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 5.900 dan terendah Rp 5.750 per saham. Total frekuensi perdagangan saha, 6.251 kali dengan volume perdagangan 554.641. Nilai transaksi harian Rp 320,9 miliar.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya