Saham Uber Tergelincir Setelah Ada Laporan Aksi Jual oleh SoftBank

Oleh Agustina Melani pada 29 Jul 2021, 16:32 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 16:40 WIB
Uber Siap Luncurkan Mobil Tanpa Supir di California
Perbesar
Tampilan interior dari mobil uber otonom atau tanpa sopir yang sedang melakukan test drive di San Francisco (13/3). Taksi berbasis online tanpa awak ini akan siap beroperasi di jalan-jalan California. (AP Photo/Eric Risberg)

Liputan6.com, Jakarta - Saham Uber merosot setelah laporan perusahaan investasi Softbank menjual sekitar sepertiga sahamnya di aplikasi ride-hailing Amerika Serikat (AS) tersebut.

Saham Uber turun lima persen setelah jam perdagangan. Berdasarkan laporan, SoftBank melepas saham senilai USD 2 miliar atau sekitar Rp 28,95 triliun (asumsi kurs Rp 14.479 per dolar AS) untuk membantu menutupi kerugiannya dengan bertaruh pada perusahaan transportasi  online China Didi dan investasi lainnya.

Saham Didi merosot sejak debut di pasar Amerika Serikat pada bulan lalu. Demikian dilansir dari BBC, Kamis (29/7/2021). Hal ini setelah serangkaian tindakan oleh otoritas China yang membuat investor khawatir.

SoftBank Vision Fund menjual 45 juta saham di Uber, dan akan memangkas sahamnya di perusahaan sekitar sepertiga. Berdasarkan CNBC, Softbank telah kehilangan sekitar USD 4 miliar atau sekitar Rp 57,91 triliun pada sahamnya di perusahaan Didi.

Namun, Reuters melaporkan keputusan SoftBank untuk memangkas kepemilikan saham di Uber tidak terkait dengan kemerosotan valuasi Didi dan saat tepat untuk ambil beberapa keuntungan.

Pada 2018, SoftBank gelontorkan USD 7,6 miliar ke Uber, dan menambahkan USD 333 juta untuk investasi pada tahun berikutnya. SoftBank merupakan pemegang saham terbesar Didi dengan kepemilikan lebih dari 20 persen.

Uber juga memiliki hampir 13 persen saham Didi setelah perusahaan yang berbasis di AS itu menjual operasinya di China kepada saingan lokalnya pada lima tahun lalu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saham Merosot

Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)

Perusahaan teknologi China yang diperdagangkan di AS, Hong Kong dan China daratan yang telah melihat nilai pasarnya turun tajam dalam beberapa bulan terakhir karena Beijing memperketat aturan di industri.

Saham Didi telah merosot hampir 40 persen sejak debut di bursa saham New York pada 30 Juni. Hanya dua hari setelah debut di pasar AS, regulator internet China memerintahkan Didi untuk berhenti menawarkan platform Didi-nya. Hal ini seiring Didi disebut mengumpulkan data pribadi pengguna secara ilegal.

Saham Uber turun lima persen setelah perdagangan di bursa saham New York. SoftBank tidak segera menanggapi permintaan komentar dari BBC.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya