China Masih Izinkan Perusahaan IPO di Amerika Serikat

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 29 Jul 2021, 13:42 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 13:42 WIB
Ilustrasi Bendera China (AFP/STR)
Perbesar
Ilustrasi Bendera China (AFP/STR)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas China akan terus mengizinkan perusahaan China untuk go public atau menawarkan saham perdana/initial public offering (IPO) di Amerika Serikat (AS), selama perusahaan memenuhi persyaratan pencatatan.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, hal tersebut disampaikan regulator sekuritas China kepada perusahaan sekuritas pada Rabu malam.

Serangkaian tindakan regulasi dalam beberapa minggu terakhir telah meningkatkan kekhawatiran investor Beijing sedang mencoba untuk memblokir aliran modal asing ke aset China.

Dilansir dari CNBC, Kamis (29/7/2021), regulator juga mengatakan pencatatan saham lintas batas (cross border) dapat dilakukan dengan menggunakan struktur entitas bunga variabel. Ini mengacu pada struktur hukum yang memungkinkan investor internasional untuk mengakses saham perusahaan China di AS.

Regulator mengakui struktur itu adalah cara penting bagi perusahaan untuk menarik modal asing. Namun harus disesuaikan jika ada masalah terkait keamanan nasional.

Adapun sejumlah saham perusahaan asal China yang terdaftar di Asia dan AS, termasuk nama besar seperti Alibaba dan Tencent, mengalami kejatuhan dalam beberapa hari terakhir.

Hal itu menyusul otoritas China meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan teknologi atas praktik monopoli dan keamanan data.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perketat Aturan

Bendera AS dan China berkibar berdampingan (AP/Andy Wong)
Perbesar
Bendera AS dan China berkibar berdampingan (AP/Andy Wong)

Sebelumnya, Otoritas Siber China mengusulkan agar perusahaan yang menyimpan data lebih dari satu juta pengguna harus mengajukan persetujuan keamanan siber saat catat saham di negara lain.

Usulan ini setelah meninjau keamanan siber dan upaya memperketat pengawasan terhadap raksasa internetnya. Selain itu, ada potensi data dan informasi pribadi itu dapat dipengaruhi, dikendalikan, dan dieksploitasi secara jahat oleh pemerintah asing. Otoritas siber China juga menyebutukan peninjauan keamanan siber akan melihat potensi risiko keamanan nasional dari IPO luar negeri.

Adapun 37 perusahaan China telah terdaftar di bursa saham Amerika Serikat (AS) sepanjang 2021. Aksi korporasi telah kumpulkan dana USD 12,9 miliar.

Otoritas China menyampaikan, aturan pencatatan saham di luar negeri akan direvisi sementara, dan perusahaan publik akan diminta pertanggung jawabannya sehingga menjaga keamanan datanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya