IHSG Menghijau, Investor Asing Borong Saham BBRI hingga LINK

Oleh Agustina Melani pada 29 Jul 2021, 09:28 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 22:01 WIB
Dilanda Corona, IHSG Ditutup Melesat
Perbesar
Pekerja melintas di layar IHSG di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal sesi pertama perdagangan Kamis (29/7/2021). IHSG menguat di tengah aksi jual saham yang dilakukan investor asing.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,30 persen ke posisi 6.106,61. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 0,49 persen ke posisi 6.118. Indeks saham LQ45 menanjak 0,31 persen ke posisi 833,67. Sebagian besar indeks saham acuan melonjak.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.122,97 dan terendah 6.101,65. Sebanyak 222 saham menguat, 146 saham melemah dan 171 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 179.676 kali dengan volume perdagangan 2,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,4 triliun. Investor asing jual saham Rp 191,66 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.464.

Secara indeks sektoral, sebagian besar indeks sektoral saham menghijau. Indeks sektoral IDXtechno naik 0,95 persen, indeks sektoral IDXsiklikal menanjak 0,86 persen dan indeks sektoralproperti menanjak 0,71 persen.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Top Gainers dan Losers

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Saham-saham yang catat top gainers antara lain:

-Saham BOLA melambung 24,27 persen

-Saham PBRX melambung 23,26 persen

-Saham OMRE melambung 20,67 persen

-Saham SPMA melambung 17,11 persen

-Saham NICK melambung 14,12 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham PDES turun 6,98 persen

-Saham PTDU turun 6,84 persen

-Saham KICI turun 6,78 persen

-Saham BCIC turun 6,77 persen

-Saham MTDL turun 6,71 persen

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Aksi Investor Asing

IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Layar informasi pergerakan harga saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 16,4 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 13,3 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 10,8 miliar

-Saham BFIN senilai Rp 2,5 miliar

-Saham LINK senilai Rp 2,3 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 7,4 miliar

-Saham TOWR senilai Rp 7,1 miliar

-Saham MMLP senilai Rp 6,3 miliar

-Saham AMRT senilai Rp 5,3 miliar

-Saham MDKA senilai Rp 4 miliar

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bursa Saham Asia

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Suasana di salah satu ruangan di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks Hang Seng naik 1,74 persen, indeks Korea Selatan Kospi melemah, indeks Jepang Nikkei menguat 0,35 persen. Selain itu, indeks Shanghai tergelincir 0,86 persen, indeks Singapura mendaki 0,28 persen dan indeks Taiwan naik 0,47 persen.

Mengutip laporan Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG melemah 0,14 persen pada perdagangan Rabu, 28 Juli 2021 seiring saham kapitalisasi pasar terbesar melemah. Indeks LQ45 susut 0,85 persen.

"Kami terus melihat peralihan dari bank konvensional ke bank digital. Seperti BBRI, BBNI, dan BBTN terus merosot, sementara ARTO, AGRO, BANK dan BRIS berkembang pesat,” tulis Ashmore.

Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual Rp 329,4 miliar dengan aksi jual tertinggi di saham BBCA dan BFIN. Selain itu, investor asing terus beli saham ARTO.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya