Bursa Saham Asia Menguat Tersengat Sentimen The Fed

Oleh Dian Tami Kosasih pada 29 Jul 2021, 09:05 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 09:06 WIB
Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Hong Kong melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis pagi (29/7/2021) setelah alami aksi jual selama dua hari pada awal pekan. Sementara itu, bursa saham Asia Pasifik menguat setelah the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan kebijakan moneternya.

Pada awal perdagangan Kamis pekan ini, indeks Hong Kong Hang Seng naik sekitar dua persen. Penguatan indeks saham acuan ini terjadi setelah melemah lebih dari delapan persen dalam dua hari.

Selain itu, bursa saham China daratan juga ikut menguat. Indeks Shanghai naik lebih dari satu persen dan Shenzhen melonjak 2,04 persen. Demikian dilansir dari CNBC, Kamis pekan ini.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,64 persen. Indeks Topix menanjak 0,32 persen. Sementara itu, indeks Korea Selatan Kospi menguat 0,26 persen. Indeks ASX 200 naik 0,37 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menanjak 1,43 persen.

Saham Softbank Group melompat 2,55 persen.  Pemilik Softbank menjual saham di Uber untuk menutupi kerugian di perusahaan ride-hailing China Didi. Hal itu berdasarkan sumber kepada CNBC.

Saham Sony melonjak 3,01 persen. Penguatan saham Sony terjadi setelah Sony Interactive Entertainment mengumumkan lebih dari 10 juta PlayStation 5 telah terjual sejak diluncurkan. Penjualan itu juga termasuk tercepat dalam sejarah perusahaan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Indeks Dolar AS

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Di bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street, indeks Dow Jones melemah 127,59 poin ke posisi 34.930,93. Indeks S&P 500 sedikit berubah ke posisi 4.400,64. Indeks Nasdaq menanjak 0,7 persen ke posisi 14.762,58.

The Federal Open Committee mempertahankan kebijakan moneter dengan bunga rendah antara 0-0,25 persen. Ketua the Federal Reserve Jerome Powell mengatakan, bank sentral AS sama sekali tidak mempertimbangkan kenaikan suku bunga meski ada optimisme atas ekonomi AS.

Indeks dolar AS berada di posisi 92,24, angka ini turun dari posisi sebelumnya 92,7. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 109,71 per dolar AS. Harga minyak pada jam perdagangan di Asia melemah.

Harga minyak Brent berjangka susut 0,11 persen ke posisi USD 74,66 per barel. Harga minyak berjangka AS merosot 0,11 persen ke posisi USD 72,31 per barel.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya