Wall Street Bervariasi Setelah The Fed Pertahankan Kebijakan

Oleh Agustina Melani pada 29 Jul 2021, 07:14 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 07:14 WIB
Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Rabu, 28 Juli 2021. Indeks S&P 500 mendatar setelah ketua the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell mengatakan, peningkatan ekonomi yang substansial diperlukan bagi bank sentral untuk kembali mulai memutar kebijakan pelonggaran moneternya.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 berada di posisi 4.400,64. Indeks Nasdaq naik 0,7 persen menjadi 14.762.58.

Indeks Dow Jones merosot 127,59 poin atau hampir 0,4 persen menjadi 34.930,93. Rata-rata indeks saham acuan melemah dari posisi rekor pada sesi sebelumnya dan menghentikan kemenangan beruntun selama lima hari.

Saham induk usaha Google, Alphabet naik 3,1 persen setelah raksasa teknologi itu membukukan hasil kuartalan dengan mencatat lonjakan 69 persen dalam pendapatan iklan.

Saham Boeing naik hampir 4,2 persen setelah produsen pesawat itu membukukan laba pertamanya sejak kuartal III 2019 didorong kenaikan dalam pengiriman pesawat.

The Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan suku bunga dalam kisaran target mendekati nol. Selain itu, kembali menegaskan pandangannya kalau ekonomi terus “menguat” meski varian delta COVID-19 menyebar. Namun, Powell menekankan, ekonomi jauh dari pencapaian mandat ganda the Fed mengenai kestabilan harga dan lapangan kerja yang maksimum.

"Kami memiliki beberapa alasan untuk ditutup di sisi pasar tenaga kerja. Saya pikir kita masih jauh dari kemajuan substansial lebih lanjut menuju tujuan pekerjaan maksimal. Saya ingin melihat beberapa angka pekerjaan yang kuat,” kata Powell dilansir dari CNBC, Kamis (29/7/2021).

The Fed mulai membeli setidaknya USD 120 miliar per bulan dalam obligasi dan securities lainnya pada Desember hingga kemajuan lebih lanjut yang substansial telah dibuat pada pekerjaan dan inflasi.

"Sejak itu, ekonomi telah membuat kemajuan menuju tujuan ini, dan Komite akan terus menilai kemajuan dalam pertemuan mendatang,” tulis pernyataan the Fed.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Musim Laporan Keuangan

(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)

Powell mencatat meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 dan varian delta, tetapi dia mengatakan tidak melihatnya memiliki dampak ekonomi yang besar.

"Kesabaran the Fed yang berkelanjutan didukung oleh pasar. Ada pengakuan atas kemajuan berkelanjutan menuju tujuan the Fed, tetapi ad acara yang harus dilakukan sebelum the Fed dapat didorong untuk bertindak,” tulis Global Investment Strategist Commonwealth Financial Network, Anu Gaggar.

Pasar berada di tengah musim pendapatan yang kuat. Dari perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil kuartalan sejauh ini, 89 persen telah melampaui perkiraan pendapatan. Sementara 86 persen telah melampaui ekspektasi pendapatan, berdasarkan data dari Refinitiv.

Saham Pfizer naik 3,2 persen setelah perusahaan melaporkan pendapatan lebih kuat dari perkiraan dan menaikkan perkiraan penjualan 2021 untuk vaksin COVID-19.

Saham Apple turun 1,2 persen setelah CEO Apple Tim Cook memperingatkan “kendala pasokan” silicon akan mempengaruhi penjualan iPhone dan iPad. Perusahaan mengalahkan perkiraan laba dan dan pendapatan dan penjualan iPhone melonjak 50 persen year over year.

Sepanjang Juli 2021, indeks S&P 500 naik 2,4 persen. Indeks Nasdaq dan Dow Jones masing-masing naik 1,8 persen dan 1,2 persen.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya